Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 39 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Membeli Es Ketika Hujan di Taman Bacaan

6 November 2022   07:14 Diperbarui: 6 November 2022   07:20 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Di kaki Gunung Salak Bogor, hampir tiap hari hujan. Hawanya dingin dan sering mendung, maklum musim hujan. Suatu kali di hari Minggu, saat jam baca di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, ada seorang kakek tua nongkrong menjual es kue. Terduduk meringkuk di area depan taman bacaan. Saya pun memanggilnya untuk membeli dan menraktir anak-anak saya dan anak-anak yang membaca buku. Mata si kakek tua pun berbinar, ada senyum di balik bibirnya.

Tidak lama, anak saya bertanya. "Abi, kenapa musim hujan begini malah beli es?". Saya pun santai menjawab, "Nggak apa-apa Nak. Biar si kakek penjual yakin bahwa rezeki selalu ada untuk dia. Asal mau ikhtiar sekalipun berdagang ke tempat jauh rezeki pasti ada. Karena rezeki itu nggak ke mana ..." 

Kamu harus tahu Nak, ikhtiar itu penting untuk siapapun. Bekerja melakukan segala cara dengan halal. Agar mampu meraih rezeki dan karunia-Nya. Memang Allah SWT itu sudah tetapkan apapun sesuai kehendak-Nya. Tapi siapapun harus ikhtiar dengan sungguh-sungguh. Insya Allah akan dimudahkan lagi bisa meraih berkah-Nya. 

Seperti anak-anak yang membaca di taman bacaan pun begitu. Untuk apa membaca buku di zaman serba digital? Bukankah bisa baca e-book? Nggak apa-apa. Toh, membaca buku di taman bacaan tidak hanya untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Tapi juga ikhtiar untuk menjalin interaksi dan silaturahim di antara anak-anak. Ikhtiar untuk berbuat baik di taman bacaan. Selebihnya biar Allah SWT yang mengganjarnya. Karena membaca buku pun butuh ikhtiar.

Membeli es ketika hujan di taman bacaan. Itu soal keyakinan, soal ikhtiar yang harus dilakukan manusia. Yakin bahwa Allah SWT bersama orang-orang yang mau ikhtiar, bukan orang yang berdiam diri. Keyakinan yang mahal, lebih mahal dari uang yang dimiliki siapapun. Seperti ungkapan, "man jadda wa jadda", barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia pasti berhasil. Salam literasi #TamanBacaan #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun