Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hari Difabel Internasional, Momentum Wujudkan Taman Bacaan Ramah Difabel

3 Desember 2021   23:41 Diperbarui: 4 Desember 2021   15:25 54 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Difabel Internasional. Pertanyaannya sederhana, gimana cara kita memperlakukan kaum difabel?

Bila difabel atau disabilitas dimaknakan sebagai keterbatasan seseorang melakukan suatu aktivitas tertentu. Akibat mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik sehingga menjadi sulit berinteraksi dengan lingkungan. Itu pula yang jadi sebab kaum difabel "dibatasi" untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif di ruang publik. Kaum difabel masih "terpinggirkan" dari peran untuk meraih kesamaan hak.

Maka di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, justru anak-anak difabel mendapat "tempat khusus". Saat Pak Bima Arya datang pun, anak difabel berada di "baris depan". Sebagai bukti komitmen gerakan literasi untuk semua. Selalu siap melayani anak-anak difabel, di samping menjadi ruang aktualisasi diri anak-anak difabel. TBM Lentera Pustaka pun menjadi taman bacaan yang ramah difabel.

Tentu, hadirnya taman bacaan yang ramah difabel, sebagai jawaban atas kondisi masih banyaknya tempat dan lingkungan yang "tidak bersahabat" dengan anak-anak difabel. Terlalu diskriminatif atau menganggap remeh mereka. Bahkan tidak sedikit yang mem-bully atau membiarkannya. Semangat anak-anak difabel. Salam literasi #TBMRamahDifabel #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Sumber: TBM Lentera Pustaka
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Sumber: TBM Lentera Pustaka
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan