Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Palastar, Produk UMKM Olahan Ibu-ibu Buta Aksara di TBM Lentera Pustaka

3 Agustus 2021   21:12 Diperbarui: 3 Agustus 2021   21:19 61 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Palastar, Produk UMKM Olahan Ibu-ibu Buta Aksara di TBM Lentera Pustaka
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Ibu-ibu biasanya seminggu 2 kali belajar baca tulis di GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor (simak Tonight Show NET TV)

Dari tidak bisa tulis nama dan ttd, alhamdulillah kini sudah bisa. Sekalipun usianya tidak lagi muda, mereka tetap bersemangat untuk selalu datang ke taman bacaan. Untuk belajar membaca dan menulis. Selain terkendala mata, tangan mereka pun sudah lama sekali tidak menggunakan alat tulis.

Tapi kini, setelah 2 tahun belajar baca tulis. Lalu mereka mau apa lagi?

Mereka pun terus "bergerak" untuk membuat snack/kue berbahan buah pala yang memang buah khas Bogor yang diberi nama "PALASTAR" (saudaranya NASTAR). 

Selain berkhasiat, PALASTAR ini bolehlah dibilang produk UMKM karya ibu-ibu buta aksara di GEBERBURA. Sebagai tindak lanjut gerakan literasi, mereka mulai menekuni usaha kecil-kecilan melalui bendera "TOKO LENTERA" yang rencananya dipasarkan secara online dan sesuai pesanan. Hari ini pun mereka menuntaskan pesanan 10 boks dari konsumen di Jakarta.

Bisa jadi, inilah "ujung" dari gerakan literasi. Sebuah pemberdayaan ekonomi kecil-kecilan. Agar mereka "lupa buta aksara" dan bersegera berkarya sesuai dengan potensi yang mereka bisa lakukan. Taman bacaan hanya memfasilitasi saja, di samping membantu memasarkan. 

Sambil belajar baca tulis, kini mereka bisa mencari sedikit saja untuk beli minyak goreng atau jajan anaknya. Mandiri dan produktif itu lebih baik. Alhamdulillah dan semoga berkah buat ibu-ibu yang bikin dan konsumen yang pesan. #PalastarTokoLentera #GeberBura #TBMLenteraPustaka

Sumber: TBM Lentera Pustaka
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan