Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 31 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bcaaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Lawan Corona, Jika Ingin Lebih Baik Tersenyumlah

3 April 2020   07:37 Diperbarui: 3 April 2020   07:45 358 6 1 Mohon Tunggu...

Sob, di tengah badai corona. Entah kenapa, makin banyak orang yang sulit tersenyum. Dirundung ketakutan, juga ketidakpastian. Makin gelisah. Karena harus kerja dari rumah, belajar dari rumah, bahkan ibadah pun di rumah. Apa yang terjadi? Corona makin kuat, kita makin lemah. Energi corona makin menggila, energi kita makin tersingkir.

Jadi Sob, cobalah senyum. Tetap tersenyum dalam segala keadaan.

Karena kondisi apapun pasti bisa terjadi di dunia ini. Siapapun bisa mengalami pahit atau manis, musibah atau barokah. Bisa banjir, bisa gempa bumi, bisa gunung meletus. Dan kali ini, wabah penyakit bernama covid-19. Semua itu realitas dan ada dalam skenario-Nya.

Ada yang bilang, "jika kita ingin lebih baik, maka tersenyumlah".

Karena senyum itu cara paling mudah juga murah. Untuk memperbaiki keadaan. Senyum juga bisa saling menguatkan. Juga mempersatukan kita. Untuk melawan virus corona. Jangan biarkan corona tersenyum setiap hari. Sementara kita cemberut ketakutan pun setiap hari. Jangan Sob, semua ini harus kita akhiri. Bersama-sama, bukan sendiri-sendiri.

Sob, senyum itu hal yang paling banyak dimiliki orang. Tapi sayangnya, sulit sekali dibagi ke orang lain? Senyum itu gak ada urusan sama uang, apalagi harta. Senyum juga tidak tergantung pangkat, juga kekuasaan. Kita ini, pasti sudah bingung. Galau lagi resah. Sambil bertanya, kapan musibah wabah vurus corona ini berakhir? Sudahlah Sob, jangan menangisi masalah. Bangkitlah dengan senyuman. Karena satu senyuman. Bisa membuang ratusan rasa sedih bahkan jutaan kesan pedih. Lawan virus corona dengan senyuman. Bukan deretan kata yang tidak berguna.

Virus corona itu wabah juga musibah. Kita semua pun jadi gelisah. Tapi biarkan bibir tidak mengetahuinya. Agar bibir tetap bisa menebar senyum. Agar keadaan tidak makin rumit, makit sulit. Karena rumit dan sulit itu sumber penyakit.

Mungkin kita gak mampu bantu tenaga medis. Kita juga gak bisa terjun ke jalanan seperti Pak Polisi. Kita gak bisa ke lapangan seperti Pak Tentara. Tapi kita pasti bisa berbagi senyuman. Untuk mengubah keadaan. Agar virus corona pergi dengan segera.

Jadi Sob, jangan biarkan. Senyum hilang dari diri kita. Hari ini ataupun esok. Karena senyum itu, pekerjaan paling sederhana yang dampaknya luar biasa. Di saat seperti begini, bisa jadi. Senyum itu satu-satunya modal paling hebat yang kita punya. Untuk melawan virus corona.

Sob, jangan biarkan senyum kita hilang. Bila gak ingin corona mengumandang. Maka bertahanlah untuk tetap tersenyum. Hadapi semua ini dengan ikhtiar baik, doa yang baik. Insya Allah hasilnya baik.

Ketahuilah Sob. Tidak ada orang yang bisa bertahan tanpa senyuman. Saat berperang melawan virus corona sekalipun. Maka, jangan pernah menyesali apapun, yang kita hadapi dengan senyuman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x