Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Konsultan di DSS Consulting & Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK, Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 31 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Virus Corona dan Program Pensiun, Apa Hubungannya?

30 Maret 2020   10:19 Diperbarui: 30 Maret 2020   10:32 192 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Virus Corona dan Program Pensiun, Apa Hubungannya?
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Secara jujur sih, virus corona tidak ada hubungannya dengan program pensiun. Karena virus corona Covid-19 itu penyakit, sedangkan program pensiun itu program untuk merencanakan masa pensiun yang sejahtera. Jadi, jelas berbeda dan tidak ada hubungan.

Tapi bila mau ditelaah. Ada beberapa kemiripan; antara virus corona dan program pensiun.

Pertama, virus corona dan program pensiun sama-sama menakutkan. Buktinya, hingga kini virus corona masih terus mewabah. Di Indonesia, sudah 17 dari 34 provinsi terpapar virus corona. Kasus positifnya sudah mencapai 1.285 orang, 114 meninggal dan 64 sembuh. Bahkan di dunia, 198 negara terpapar virus corona; 94% dari negara yang ada di dunia. Virus corona makin menakutkan, karena tidak tahu siapa menularkan dan siapa yang ditularkan. Begitu pula dengan program pensiun, banyak orang takut pensiun. Karena faktanya, 90% pekerja di Indonesia sama sekali tidak siap untuk pensiun. Bahkan 93% pekerja menyatakan tidak tahu akan seperti apa di masa pensiunnya.

Kedua, virus corona dan program pensiun sama-sama disuruh work from home, #DiRumahAja, dan social distancing. Hanya tujuannya yang beda. Work from home, #DiRumahAja, dan social distancing saat virus corona tujuannya untuk memutus rantai penyebarannya biar tidak bertambah banyak. Sedangkan Work from home, #DiRumahAja, dan social distancing saat pensiun tujuannya untuk menikmati masa pensiun yang sejahtera biar bisa merasakan hasil kerjanya.

Ketiga, virus corona dan program pensiun sama-sama punya istilah yang banyak. Saat virus corona seperti sekarang, kita jadi tahu ada istilah ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), social distancing, suspect, positif, isolasi, karantina, work from home, imported case, local transmission, pandemic, hand sanitizer, disinfektan, APD (Alat Pelindung Diri), dan lockdown.

Begitu pula di program pensiun, istilahnya pun banyak. Ada DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja), PPIP, PPMP, PPUKP, UPN (Usia Pensiun Normal), UPD, Iuran, Withdrawal, Manfaat Pensiun, PPh21, PPh25, Pilihan Investasi, PLT, Pendiri dan masih banyak lagi.

Dan keempat, virus corona dan program pensiun bikin banyak orang bingung. Virus corona itu ada tapi tidak tampak. Semua orang sepakat "melawan" tapi tidak ada fisiknya. Work from home sudah, #DiRumahAja sudah, dan social distancing sudah tapi masih terus merebak. Persis seperti program pensiun. Semua orang bilang penting tapi banyak yang tidak punya. Gaji punya, kerja sudah tapi 95% pekerja tidak punya program pensiun. Bikin bingung dan akhirnya bilang "mau gimana lagi?".

Jadi, apa hubungannya virus corona dengan program pensiun?

Mungkin bila dicari-cari, hubungan terpenting antara virus corona dan program pensiun adalah SADAR DIRI. Virus corona menyadarkan kita untuk hidup bersih rajin cuci tangan, hidup sehat agar imunitas tubuh kuat, dan sadar bahwa penyakit selalu ada di sekitar kita. Program pensiun pun menyadarkan kita untuk mempersiapkan masa pensiun dengan baik, perlunya menabung untuk masa tua, dan sadar bahwa bekerja hari ini perlu menyisihkan sebagaian gaji untuk masa pensiun.

Virus corona dan program pensiun, suka tidak suka, jadi momentum semua orang untuk membangun kepedulian terhadap penyakit dan masa pensiun. Agar semua pihak mau belajar untuk menjadikan hari esok lebih baik dari hari kemarin. Untuk terhindar dari virus corona, maka hidup bersih dan sehat harus jadi acuan. Untuk terhindar dari masa pensiun yang sulit, maka persiapan masa pensiun harus seoptimal mungkin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN