Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

DPLK WanaArtha Life Ajari Praktik Menabung Anak-anak Kampung

3 November 2019   15:00 Diperbarui: 3 November 2019   15:02 40 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Adalah fakta banyak anak muda atau milenial yang doyan fota-foya. Akibat gaya hidup yang berlebihan. Bahkan terjebak pada hidup semu. Tanpa pikir panjang menghamburkan uang. Demi memuaskan rasa ingin tahu. Atau sekedar mendapat pengakuan dari lingkungan. Lalu, uang pun terbuang percuma dan sia-sia.

Berangkat dari kepedulian dan pentingnya mempersiapkan masa depan, DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) WanaArtha Life pun turun tangan dalam mengajarkan anak-anak kampung agar gemar menabung. Bertajuk "Aku Mau Menabung", DPLK WanaArtha menggelar literasi dan inklusi keuangan bagi 40 anak-anak TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor pada Minggu, 3 November 2019. 

Dipandu oleh Kadek dan Nevi dari DPLK WanaArtha, anak-anak kampung yang menjadi pembaca aktif di taman bacaan diajari untuk praktik menabung sejak dini. Karena dengan menabung, anak-anak diharapkan bisa menyisihkan dari uang yang dimilikinya untuk masa depan. Agar uang tidak mengupa begitu saja, maka menabung perlu untuk anak-anak sejak usia sekolah.

"Pentingnya dana pensiun harus dibiasaka dari anak-anak yang disiplin menabung. Karena itu, DPLK WanaArtha Life hari ini mengajari praktik menabung. Sebagai edukasi inklusi keuangan untuk masa depan mereka. Menabung dulu, setelah itu baru bisa pensiun dengan sejahtera" ujar Kadek di sela acara di TBM Lentera Pustaka.

Di era yang konsumtif, ajaran menabung sangat penting bagi anak-anak. Apalagi di kampung yang jauh dari penyuluhan dan edukasi yang berkelanjutan. Anak-anak harus paham. Dengan menabung, mereka akan terhindar dari gaya hidup yang hedonis dan konsumtif. Lebih hemat dalam  hidup dan bijak dalam menggunakan uang. Menabung juga belajar untuk menghargai uang agar tidak sia-sia. Mana kebutuhan mana keinginan harus ditanamkan ke anak-anak sejak dini. Prinsipnya, uang bisa digunakan sesuai prioritas kita.

Menabung berarti menyimpan uang. Sehingga bisa digunakan saat yang tepat, saat diperlukan. Apalgi saat kejadian darurat, maka uang yang di tabungan bisa dipakai. Bukan malah berhutang atau cari pinjaman.

"Edukasi parktik menabung yang dilakukan DPLK WanaArtha Life ke anak-anak taman bacaan ini sangat bermanfaat. Agar mereka tahu cara memperlakukan uang. Di samping di masa depan, mereka bisa punya uang yang cukup" tambah Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka yang ikut mendampingi acara inklusi keuangan tersebut.

Dalam kesempatan ini, DPLK WanaArtha pun memebrikan "celengan" agar anak-anak mulai menabung. Karena menabung, adalah langkah awal anak-anak untuk meningkatkan literasi keuangan lebih baik.

Maka edukasi dana pensiun pun harus dimulai dari kebiasaan menabung. Agar siap memasuki masa dewasa, bahkan masa pensiun. Karena siapa sih anak muda atau milenial yang gak ingin mapan secara finansial? ... #YukSiapkanPensiun #DPLKWAL #LiterasiKeuanganDPLK

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan