Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan & Penulis

Konsultan di DSS Consulting, Pengajar Pendidikan Bahasa Indonesia & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 25 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Strategi "Turn Taking" Jokowi Vs Prabowo, Menang di Panggung Kalah di Telikung

24 Agustus 2019   11:51 Diperbarui: 24 Agustus 2019   12:12 0 0 1 Mohon Tunggu...
Strategi "Turn Taking" Jokowi Vs Prabowo, Menang di Panggung Kalah di Telikung
sumber: dokpri

Menarik untuk disimak. Berdasarkan kajian analisis percakapan Jokowi dan Prabowo pada Debat Pemilihan Presiden 2019 bertajuk "Strategi Turn Taking atau Giliran Berbicara" sebenarnya Prabowo lebih unggul dibandingkan Jokowi.  

Giliran berbicara atau turn taking dapat disebut suatu kondisi di mana seorang pembicara berusaha untuk mengambil giliran berbicara untuk mengungkapkan isi pembicaraannya. Oleh karena itu, seseorang yang berbicara harus paham tentang strategi atau tata cara mengatur teknik percakapan sehingga berjalan lancar. 

Sebagai bagian dari perilaku berbahasa, kajian giliran berbicara atau turn taking dapat dilakukan terhadap aktivitas percakapan sehari-hari. Beragam interaksi dan percakapan yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dapat dipelajari untuk menjelaskan aturan, struktur, dan urutan bentuk interaksi. 

Giliran berbicara atau turn taking dalam analisis percakapan pada akhirnya dapat mendeskripsikan cara kerja percakapan, aturan-aturan yang berlaku, struktur percakapannya, dan urutan pola interaksi, baik dalam percakapan institusi maupun percakapan biasa.

Salah satu cara untuk mengetahui proses giliran berbicara atau turn taking dapat dilakukan melalui analisis percakapan (conversational analysis). Analisis percakapan merupakan pendekatan untuk mempelajari interaksi sosial, baik perilaku verbal dan non-verbal dalam situasi percakapan sehari-hari. 

Analisis percakapan pun bisa dilakukan pada wacana atau percakapan yang dibangun atas kerjasama antara penutur dan petutur yang sifatnya informal dan tidak direncanakan, seperti yang terjadi dalam Debat Capres di Indonesia tahun 2019. 

Giliran berbicara atau turn taking bertumpu pada cara dan waktu bagi penutur untuk mengambil alih giliran berbicara dari penutur sebelumnya (Morrisan dan Andy Corry Wardhan, 2009).

Seperti yang pernah dilakukan saat antara Donald Trump dan Hillary Clinton pada Pemilu AS 2016, saya pun melakukan penelitian tentang "Strategi Turn Taking (Giliran Berbicara) antara Jokowi dan Prabowo saat Debat Capres 2019" lalu. Karena debat capres merupakan realitas berbahasa yang jarang terjadi, hanya 5 tahun sekali. 

Hal ini tentunya, dapat menjadi informasi gaya berbahasa dari masing-masing kandidat, di samping mengetahui peran perilaku berbahasa terhadap emosi atau perasaan pemilih.

Menurut Stenstrom (1994), turn-taking merupakan pergantian pembicara, sebelum maupun sesudah pembicara yang lain mengambil alih pembicaraan. Beberapa strategi turn-taking sangat pendek dan terdiri dari satu kata, selebihnya panjang dan menyerupai monolog. Ada tiga strategi dasar di dalam turn-taking, yaitu 1) mengambil giliran, 2) memegang giliran, dan 3) menghasilkan pergantian giliran. 

Hal ini relevan dengan fungsi dan tujuan bahasa politik; ada tipikal bahasa tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan kekuasaan. Bahasa yang bertaburan saat Debat Capres 2019, mau tidak mau, berisi pertentangan argumentasi untuk mengeksplorasi alasan-alasan di belakang setiap sudut pandang kandidat presiden.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3