Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 31 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bcaaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

TBM Lentera Pustaka Komit Tegakkan Budaya Baca Anak-Anak

8 Maret 2019   15:10 Diperbarui: 8 Maret 2019   15:40 48 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
TBM Lentera Pustaka Komit Tegakkan Budaya Baca Anak-Anak
tbm-baca4-5c8222ff6ddcae353643d682.jpeg

Budaya baca di kalangan anak-anak kian langka, bila tak mau dibilang punah. Apalagi di era digital seperti sekarang, pemandangan anak-anak sedang membaca buku belum tentu bisa diperoleh di sekitar kita. Makin sulit kita mendapati anak-anak sedang membaca buku, sekalipun di perpustakaan.

Bahkan semangat orang tua untuk membacakan buku anak-anaknya pun nyaris tak ada lagi. Sungguh, budaya baca di kalangan anak-anak kian terpinggirkan. Entah, apalagi yang menjadi prioritas anak-anak. Membaca, menobton TV, bermain HP, atau les privat? Maka wajar, kebiasaan membaca anak-anak Indonesia tergolong sangat rendah. Hanya 1 dari 1.000 anak yang terbiasa membaca buku.

Maka untuk menyelamatkan masa depan anak-anak, suka tidak suka, tradisi baca atau budaya literasi di kalangan anak-anak harus tetap ditegakkan. Sangat dibutuhkan komitmen dan aksi nyata untuk membiasakan anak-anak tetap membaca buku. Waktu-waktu ruitn untuk membaca buku bagi anak-anak sesuatu yang harus dihadirkan kembali.

Kenapa anak-anak harus membaca buku?

Karena setidaknya ada 6 manfaat yang diperoleh anak-anak saat membaca buku.

1. Menambah kosakata baru. Dengan membaca buku, anak-anak akan memperoleh dan terbiasa dengan berbagai kosakata baru. Kata-kata baru atau diksi yang berguna bagi kemampuan komunikasi anak-anak dalam berbagai interaksi.

2. Meningkatkan keterampilan komunikasi. Semakin banyak membaca buku dan semakin banyak jumlah kosakata yang dikuasai, maka semkain mudah pula anak-anak dalam berkomunikasi. Petut diketahui, saat ini sangat diperlukan keterampilan komunikasi yang memadai. Agar pesan dan tujuan dari komunikasi bisa tercapai.

3. Menambah pengetahuan dan wawasan. Setiap buku pasti berisikan ilmu pengetahuan atau wawasan yang dapat memperkaya khasanah keilmuan anak-anak. Kebiasaan membaca buku pada akhirnya menjadikan anak-anak dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan anak-anak itu sendiri.

4. Menumbuhkan budaya baca. Rendahnya minat baca anak-anak, bisa jadi akibat tidak adanya akses bacaan atau budaya membaca. Dengan membaca buku, anaka-anak akan memiliki budaya baru untuk meluangkan waktu khusus untuk membaca buku.

5. Mendorong rasa percaya diri. Banyak anak-anak saat ini yang tidak memiliki rasa percaya diri. Hal ini terjadi karena terbatasanya pengetahuan dan wawasan anak-anak. Maka dengan membaca buku, rasa percaya diri pasti akan bertambah.

6. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Melalui kegiatan membaca buku, nilai positif lain yang bisa diperoleh anak-anak adalah daya imajinasi dan kreativitas yang bertamabh. Karena dengan buku, anak-anak akan terpancing untuk memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN