Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Konsultan di DSS Consulting & Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK, Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 30 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kapan Salah Paham, Kapan Salah Kaprah?

11 Agustus 2017   09:46 Diperbarui: 11 Agustus 2017   10:04 916 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kapan Salah Paham, Kapan Salah Kaprah?
Dok.pribadi

Bahasa Indonesia emang "gampang". Tapi bukan berarti bisa "digampangin".

Gampang itu artinya mudah alias tidak sukar. Sesuatu yang gampang itu apabila kita sudah kenal, bisa memahami. Itu berarti ada "kedekatan" karena mau mempelajarinya.

Beda dengan "digampangin" atawa "menggampangkan" yang berarti menganggap enteng, meremehkan. Kondisi ini hanya terjadi pada mereka yang "sering menyepelekan sesuatu". Gak kenal, gak tahu padahal gak paham dan gak memahami banyak.

Wajar, kalo akhirnya banyak orang suka kebolak-balik, kapan salah paham kapan salah kaprah dalam berbahasa?


Salah paham itu terjadi ketika kita "salah dan keliru dalam memahami pembicaraan, pernyataan, sikap orang lain" lalu menimbulkan reaksi. Jadi, kalo ada "orang yang diduga mencuri amplifier terus dibakar hingga tewas". Itu sudah pasti salah paham, orang banyak itu keliru. SALAH PAHAM.

Salah kaprah lain lagi. Salah kaprah berarti kesalahan atau kekeliruan yang digunakan secara luas dan massal sehingga dianggap kaprah (biasa; lumrah). Atau dianggap kelaziman. Jadi kalo ada "orang banyak membakar orang yang dituduh hingga tewas", mereka itu bukan masyarakat "gahar". Karena "gahar" itu artinya "menggosok kuat-kuat supaya bersih". Mereka itu dapat dikatakan "garang" sebagai "orang-orang yang pemarah lagi bengis; galak; ganas". SALAH KAPRAH.

Tentu, masih banyak lagi bahasa Indonesia yang digunakan pemakainya. Dan di situ, ada yang salah paham ada yang salah kaprah. Entah, kita berada di mana saat berbahasa ?

Maka, berhati-hatilah berbahasa .... Karena "mulutmu harimaumu"; segala perkataan yang diucapkan apabila tidak dipikirkan dahulu maka dapat merugikan diri sendiri bahkan mungkin orang lain ...

Mari bangun kebiasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Baik itu sesuai tempatnya, Benar itu sesuai kaidah dan maknanya ... #BahasaIndonesia #BelajarBahasa

Dok.pribadi
Dok.pribadi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x