Mohon tunggu...
Syalomita lumingkewas
Syalomita lumingkewas Mohon Tunggu... Seorang Mahasiswa

Menjadi yang Terbaik diantara yang Terbaik

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Kecanduan Merusak Otak

27 Juni 2019   07:11 Diperbarui: 27 Juni 2019   07:12 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pada umumnya Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan ZatAdiktif. Pada umumnya narkoba ini banyak sekali yang ingin mencoba-coba sampai akhirnya kecanduan dan sulit untuk melepaskannya. Dan bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa dimana usia berapa pun bisa ingin mencobainya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pelajarlah yang paling rentan untuk mengonsumsi narkoba secara sembarangan. Dalam masa-masa pelajar, mereka masih labil untuk mencari jati diri mereka masing-masing. Oleh karena itu, mereka mudah dipengaruhi. Mereka juga mencari kenikmatan sesaat tanpa memikirkan efeknya bagi masa depan mereka. Pelajar juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru. Pelajar cenderung merasa bahwa temannya lebih mengerti dibanding orang tua. 

Maka dari itu, pelajar cenderung lebih mengikuti kata teman. Jika mereka berada di pergaulan teman yang buruk, sudah pasti terpengaruh buruk. Mungkin Anda pernah berpikir bahwa lebih baik tidak ada narkoba di dunia ini. Dunia akan lebih baik tanpa narkoba. Namun, nyatanya tidak. Sebagian narkoba itu berguna untuk kepentingan medis, contohnya, LSD bisa mengurangi rasa kecemasan dan juga mengurangi rasa sakit.

Hal yang membuat semua menjadi rusak itu mulai dari rasa keingintahuan yang ingin mencoba hingga akhirnya sulit untuk melepaskannya,  dan sampai merusak saraf-saraf tertentu bukan hanya itu saja tapi pusat pikiran seseorang pun bisa menjadi kacau dan berubah-ubah hingga tidak menentu.

Menurut yang saya ketahui dari salah satu sumber yang pernah mengalaminya, Hal yang mereka rasakan adalah yang pertama "Hal yang sebenarnya buruk namun karena otaknya telah dirasuki dengan bahan yang melebihi batas pemakaiannya,  akhirnya ia melihat semuanya itu Indah;  sebaliknya Hal yang sebenarnya Indah namun dilihatnya menjadi buruk semuanya" Begitulah cara kerja otak yang mulai menjadi rusak. 

Cara berbicaranya pun mulai menjadi kasar, sulit terkontrol,  dan mulai menanggapi hal yang sebenarnya harus dihindari. Contohnya saat kita mendengar pembicaraan yang membahas hal negatif pecandu pasti akan menyukai hal-hal yang demikian.

Narkoba dampaknya sangat besar bagi kesehatan fisik, mental, dan emosional. Syaraf pusat akan terganggu sehingga mengakibatkan kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran dan kerusakan syaraf tepi. Narkoba juga merusak jantung yang mengakibatkan infeksi akut otot jantung dan gangguan peredaran darah. Insomia juga terjadi.

Jika Anda mengonsumsi narkoba, mental dan emosi Anda akan menjadi tidak stabil. Keinginan untuk bunuh diri akan sering muncul di pikiran Anda. Perasaan depresi, sedih, dan kesal juga akan dirasakan. 

Konsentrasi Anda akan terganggu dan membuat Anda menjadi lamban dan malas. Anda akan menjadi apatis terhadap lingkungan, tidak percaya diri, dan akan melakukan tindak kekerasan tanpa disadari karena berhalusinasi.

Bagi pecandu narkoba, prioritas utama dalam hidupnya hanyalah untuk mengonsumsi narkoba, dia akan mengusahakan segala cara agar bisa mendapat narkoba. Dia bisa berbohong pada orang tua, mencuri (jika sudah tidak ada uang), ataupun memanipulasi orang demi mendapatkan narkoba. 

Walaupun dia awalnya memang mempunyai banyak uang, uang tersebut tentunya akan habis karena dipakai untuk membeli narkoba.
Hal itulah yang akhirnya membuat semuanya berantakan, karena pikiran utama saja sudah rusak bagaimana dengan yang lainnya pasti juga sudah terpengaruhi dan pasti sudah ada yang bermasalah.