Mohon tunggu...
Syahrul Sony Tri Setiawan
Syahrul Sony Tri Setiawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Semoga tulisan dan opini saya setidaknya anda baca sampai akhir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

3 Elemen untuk Memajukan Pendidikan Indonesia

26 Juli 2021   12:55 Diperbarui: 26 Juli 2021   13:43 71 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
3 Elemen untuk Memajukan Pendidikan Indonesia
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Hal fundamental tentang pentingnya belajar sangat dibutuhkan anak sejak kecil. Menurut Erikson, tokoh psikologi perkembangan, hal pertama yang akan dipelajari oleh seorang anak saat baru lahir adalah rasa percaya. Oleh karena itu peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa percaya atau mindset bahwa pendidikan, sekolah dan tempat belajar lainnya bukanlah hal yang mengerikan. 

Lain dari itu, bimbingan dari orang tua selama proses pendidikan formal juga sangat diperlukan. Hal yang sering dilupakan oleh orang tua di Indonesia adalah merasa sudah tidak bertanggung jawab saat anaknya sudah masuk ke pendidikan formal. 

Padahal, anak sangat membutuhkan perhatian dan support orang tua. Hal kecil seperti menanyakan proses belajar setelah pulang sekolah, memberi apresiasi terhadap pencapaian anak, tidak memberikan tekanan yang berlebihan disaat anak tidak sesuai dengan ekspektasi orang tua dan mulai mengenalkan anak dengan buku dan membaca. Oleh karena itu perlu dilakukannya program "Sekolah Parenting" untuk orang tua ataupun calon orang tua. 

Terlebih, sekarang masih ada pernikahan dini dari orang tua yang belum matang secara mental, financial atau ilmu. Sehingga pencerdasan tentang bagaimana cara yang tepat dalam mengasuh dan membimbing anak sangat diperlukan. Peran lain dari orang tua pada pendidikan adalah untuk mengetahui potensi anak dan mengarahkannya. Orang tua sebagai pengamat utama anak, akan lebih mudah untuk melihat potensi anak. 

Orang tua juga harus memberikan peluang pada anak untuk menemukan potensinya sendiri dengan memberikan opsi untuk belajar. Dengan dukungan, arahan dan perhatian orang tua tentang pendidikan dan proses belajar anak, maka akan terbentuk bibit-bibit unggul untuk memajukan Indonesia. 

Hal ini diharapkan juga menjadi semacam tingkat estafet. Sehingga saat si anak kelak menjadi orang tua, bisa melahirkan kembali generasi-generasi cemerlang berikutnya.

Setelah hal mendasar sudah terpenuhi, selanjutnya yang dibutuhkan adalah keoptimalan proses belajar di sekolah. Berbicara mengenai proses belajar, hal yang paling berakaitan adalah sosok guru bagi siswa. Tidak dapat dipungkiri, peran guru pada proses pendidikan berdampak langsung pada siswa. Pertanyaanya adalah guru yang seperti apa yang memberikan dampak baik bagi siswa? 

Ada pepatah bahwa kesuksesan guru dibuktikan dengan kesuksesan muridnya. Jadi apabila muridnya tidak sukses, maka gurunya juga bisa dibilang tidak berhasil dalam mengajar. Bagi penulis, guru yang memberikan dampak baik adalah guru yang memiliki keinginan yang besar dari hati untuk memberikan ilmu pada muridnya. 

Dengan dasar itu, seorang guru akan berusaha untuk  meningkatkan kapasitas diri dan  memahami karakter serta potensi dari muridnya agar dapat memberikan yang terbaik untuk muridnya. Sebaik apapun kurikulumnya, kalau guru tidak melaksanakan perannya dengan baik, maka output yang dihasilkan akan tidak optimal. 

Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan mutu dari guru. Peningkatan mutu guru dapat dilakukan mulai dari saat rekrutmen, Perlu diadakan rekrutmen dengan kualifikasi yang jelas tentang kompetensi dan integritas calon guru. Belajar dari negara tetangga, Singapura, yang mempunyai proses seleksi yang ketat.

Hanya kandidat terbaik yang bisa menjadi guru. Banyaknya minat masyarakat Singapura untuk menjadi guru bukan hanya karena gaji yang tinggi, tetapi juga karena profesi guru adalah profesi terhormat yang pendapatnya didengar oleh negara. Hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru yaitu proses asesmen, baik dari pemerintah ataupun langsung dari murid. Sehingga evaluasi dapat dilakukan untuk perlahan memperbaiki kualitas guru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN