Mohon tunggu...
Syahrial
Syahrial Mohon Tunggu... Guru - Guru Madya

Guru yang masih belajar dari menulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Hari Gerakan Nasional Membaca: Menuju Masyarakat yang Literat dan Berbudaya

13 November 2023   00:01 Diperbarui: 13 November 2023   00:09 281
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Membaca bukan hanya mengisi pikiran, tetapi juga membentuk jiwa dan karakter."

Membaca memegang peranan krusial dalam pengembangan individu dan masyarakat. Hari Gerakan Nasional Membaca yang diperingati setiap tanggal 12 November merupakan bukti komitmen untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, sebuah upaya yang diinisiasi oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tahun 2002. Dalam konteks ini, guru memiliki peranan besar sebagai agen perubahan untuk mengembangkan inovasi dan upaya menumbuhkan kegemaran membaca.

Membaca merupakan suatu kegiatan kompleks yang melibatkan sejumlah proses esensial untuk membentuk sikap pembaca yang aktif. Proses membaca melibatkan dimensi psikologi, sensori, perseptual, perkembangan, dan perkembangan keterampilan, membentuk suatu rangkaian yang harmonis dalam pengalaman literasi.

Dalam dimensi psikologi, membaca bukan sekadar mengenali kata-kata, tetapi melibatkan pemahaman mendalam, interpretasi, dan reaksi yang muncul terhadap teks. Individu secara psikologis terlibat dalam meresapi konten bacaan, memproses informasi, dan merangsang pemikiran kritis. Aktivitas mental ini membangun fondasi pengetahuan yang kaya dan beragam.

Proses sensori membawa pembaca ke tingkat pengalaman yang lebih nyata. Membaca melibatkan penggunaan panca indera kita, seperti melihat huruf-huruf pada halaman, mendengarkan suara kata-kata dalam pikiran, dan bahkan merasakan tekstur halaman buku. Dengan cara ini, membaca tidak hanya menjadi aktivitas intelektual, tetapi juga pengalaman multisensori yang mendalam.

Aspek perseptual membentuk cara kita mengorganisir dan memberi makna pada informasi yang diterima melalui bacaan. Ini melibatkan kemampuan untuk menghubungkan ide-ide, memahami hubungan antar konsep, dan membentuk pemahaman yang holistik. Perseptualitas membantu pembaca melihat lebih dari sekadar rangkaian kata, menggabungkan konteks, dan merangkul keragaman makna yang mungkin tersirat.

Selain itu, membaca juga menjadi proses perkembangan yang terkait erat dengan evolusi pribadi seseorang. Membaca memberikan kesempatan untuk pertumbuhan intelektual, pengembangan nilai-nilai, dan pemahaman mendalam tentang diri sendiri dan dunia sekitar. Individu yang terlibat secara aktif dalam membaca cenderung mengalami perkembangan kognitif dan emosional yang lebih baik.

Selanjutnya, membaca juga melibatkan proses perkembangan keterampilan. Dari tingkat dasar seperti pengenalan huruf hingga kemampuan analisis dan sintesis informasi yang kompleks, setiap tahapan membentuk suatu tangga keterampilan membaca. Guru memegang peran vital dalam mendukung perkembangan keterampilan membaca siswa, membantu mereka melewati setiap tahap dengan percaya diri.

Dengan memahami bahwa membaca bukanlah kegiatan terpencil, melainkan serangkaian proses yang saling terkait, kita dapat lebih menghargai kompleksitas dan keberagaman manfaat yang diberikan oleh membaca. Proses psikologi, sensori, perseptual, perkembangan, dan perkembangan keterampilan saling bersinergi, membentuk fondasi kuat bagi pertumbuhan individu dan perkembangan masyarakat yang berlandaskan literasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun