Mohon tunggu...
Syahiduz Zaman
Syahiduz Zaman Mohon Tunggu... Dosen - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penyuka permainan bahasa, logika dan berpikir lateral, seorang dosen dan peneliti, pemerhati masalah-masalah pendidikan, juga pengamat politik.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Peran Penting Guru Bimbingan Konseling dalam Membangun Masa Depan Emosional Siswa

17 April 2024   04:30 Diperbarui: 20 April 2024   14:03 118
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi masa depan emosional siswa. (Freepik/jcomp)

Pentingnya Kesadaran Isu Kesejahteraan Siswa dalam Bimbingan Konseling

Guru bimbingan konseling di SMA memegang peranan penting dalam mengidentifikasi dan menangani berbagai isu kesejahteraan siswa. Dalam konteks pendidikan, kesejahteraan siswa mencakup aspek emosional, sosial, dan psikologis yang memengaruhi kehidupan siswa di sekolah maupun di luar sekolah. 

Teori-teori psikologi seperti Teori Perkembangan Psikososial oleh Erik Erikson dan Teori Attachment oleh John Bowlby memberikan kerangka kerja penting yang bisa dimanfaatkan oleh guru bimbingan konseling untuk memahami dan mengatasi isu-isu ini.

Erik Erikson, seorang psikoanalisis terkenal, mengembangkan Teori Perkembangan Psikososial yang menjelaskan bagaimana kepribadian individu berkembang melalui delapan tahapan kehidupan. Dalam tahapan-tahapan yang terkait dengan remaja, seperti "Identitas vs. Peran Kebingungan," Erikson menekankan pentingnya remaja dalam menemukan identitas pribadi mereka. 

Di sekolah menengah atas, di mana siswa sering berjuang dengan pertanyaan tentang siapa mereka dan apa yang mereka inginkan dari kehidupan, pemahaman mendalam tentang teori ini sangat krusial. Dengan memahami tahapan ini, guru bimbingan konseling dapat lebih efektif dalam mengidentifikasi siswa yang mungkin mengalami krisis identitas dan memberikan dukungan yang sesuai.

Di sisi lain, Teori Attachment yang dikemukakan oleh John Bowlby, menguraikan bagaimana kualitas ikatan awal antara anak dengan pengasuhnya memengaruhi perilaku dan kesehatan mental di kemudian hari. 

Menurut Bowlby, individu yang mengalami ikatan aman cenderung memiliki kesehatan emosional yang lebih baik. Pengetahuan tentang teori ini membantu guru bimbingan konseling mengenali siswa yang mungkin memiliki masalah attachment, yang bisa manifestasi dalam bentuk masalah kepercayaan, kecemasan sosial, atau kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan. 

Dengan memahami teori attachment, guru bimbingan dapat mengembangkan strategi intervensi yang sesuai untuk mendukung siswa dalam mengembangkan hubungan yang lebih sehat dan memperkuat kesejahteraan emosional mereka.

Selain pemahaman teoretis, guru bimbingan konseling juga harus menguasai praktik identifikasi dini dan intervensi dalam masalah seperti bullying, depresi, dan kecemasan. 

Praktik ini tidak hanya mengharuskan pengetahuan teori namun juga keterampilan praktis dalam mengelola situasi krisis, memberikan konseling krisis, dan bekerja dengan sumber daya lain seperti psikolog sekolah, tenaga medis, dan keluarga siswa. Memastikan bahwa guru bimbingan konseling dilengkapi dengan alat dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk mengatasi isu kesejahteraan siswa adalah kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung dan penuh empati.

Dalam melaksanakan peran mereka, guru bimbingan konseling harus menerapkan pendekatan yang proaktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, menggunakan pendekatan berbasis bukti yang mengintegrasikan pengetahuan teori dan aplikasi praktis. Melalui kerja sama dengan stakeholder sekolah lainnya, guru bimbingan konseling dapat menciptakan jaringan dukungan yang efektif untuk mendukung siswa dalam menghadapi tantangan yang mereka alami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun