Mohon tunggu...
Suyito Basuki
Suyito Basuki Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Menulis untuk pengembangan diri dan advokasi

Pemulung berita yang suka mendaur ulang sehingga lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Tenang di tempat Sejuk

24 Januari 2022   07:07 Diperbarui: 24 Januari 2022   07:09 133 11 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sudut sebuah rumah di Jl. Borobudur Menteng (Sumber foto: Rumah.com)  

Tenang di Tempat Sejuk

Oleh: Suyito Basuki

Saya menemukan lokasi sejuk untuk eksplorasi kaki di pagi hari di Jl. Mendut, Prambanan, dan  Borobudur di daerah Pegangsaan, Menteng Jakarta Pusat.  Saya terhibur dan merasa tenang dengan lingkungan yang hijau ini.  Di tengah rerimbunan pohon di halaman rumah-rumah, terdengar kicauan burung kutilang, trucukan, dan  sesekali suara ayam bekisar melengking seolah hendak memecahkan gendang telinga.

Bayangan saya sebelumnya, Jakarta Pusat, di semua tempat dipenuhi dengan kendaraan dan rumah-rumah penduduk.  Ruang hijau untuk paru-paru kota atau desa saya kira sudah habis.  Ternyata saya masih menemukan tempat sejuk juga.  Dari wisma penginapan di lingkungan Sekolah Tinggi Theologia (STT) Jakarta, Jl. Proklamasi No. 27, berjalan ke arah kiri, kemudian memutar, sampailah tempat sejuk yang nyaman untuk jalan sehat di pagi hari.

Kantor LAI (Sumber foto: sewakantorcbd.com)
Kantor LAI (Sumber foto: sewakantorcbd.com)

Kami tim revisi alkitab Perjanjian Lama bahasa Jawa Formal LAI diinapkan di wisma STT Jakarta ini.  Selama lima hari kami berada di kota metropolitan ini untuk melakukan tugas kami membaca ulang dan mendiskusikan perubahan-perubahan diksi, kalimat sampai tafsiran teologi.  Sesungguhnya kami bekerja sejak tahun 2010 hingga tulisan ini dibuat, tugas kami belum selesai juga.  Hempasan pandemi, membuat pertemuan kami rutin rata-rata 2 bulan sekali selama 5 hari (senin-Jumat) di Salatiga tidak bisa dilaksanakan, sehingga penyelesaian pekerjaan kami menjadi tertunda.  Kami disediakan jemputan mobil untuk pergi dan pulang dari tempat pertemuan tersebut, kantor Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang terletak di Jl. Salemba Raya 12.  Kadang saya memilih berjalan kaki ke tempat pertemuan tersebut. 

 Tempat sejuk, dalam pengertian leksikal maupun kiasan, selalu kita butuhkan.  Tempat sejuk memberikan ketenangan batin yang dapat memberi kontribusi pada ketentraman, kreativitas,  pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis seseorang yang lebih baik.  Namun pertanyaannya, masih adakah ruang sejuk di tengah-tengah kita?

Barangkali rumah, menjadi harapan "tempat sejuk" itu dalam kehidupan kita.  Hubungan anggota keluarga yang harmonis, saling mendukung dan saling memahami akan dapat membawa suasana sejuk itu. Berpikir bahwa kantor atau tempat kerja menjadi tempat sejuk, itu baik juga.  Namun kantor atau tempat kerja kadang menjadi suatu ajang kompetisi yang tidak sehat.  Jika sudah demikian halnya, suasana kantor atau tempat kerja, tidak lagi sejuk, tetapi panas menyala.  Atau sekolah barangkali yang dapat menjadi tempat sejuk kita?  Tetapi dengan adanya model pembelajaran yang hanya mengacu pada  hasil-hasil kuantitas saja, maka tekanan-tekanan baik kepada guru dan terlebih pada murid, akan terasa menyesakkan, tidak menyejukkan.

Tempat sejuk, memang tidak secara otomatis didapatkan.  Halaman atau kebun yang kosong, perlu ditanami pepohonan yang rindang.  Saat pohon itu bertumbuh, perlu disiram dan dipupuk.  Demikian pula, keluarga, kantor, sekolah atau tempat-tempat lain yang diharapkan menjadi tempat sejuk, perlu diusahakan.  Tidak saja ruangan dipenuhi dengan AC, tetapi kondisi perlu diciptakan supaya antar dan inter relasi personal dapat mendatangkan kesejukan dan ketenangan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan