Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Kartini, Menginspirasi Wanita Indonesia

22 April 2024   05:00 Diperbarui: 22 April 2024   06:39 131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Poster (sumber gambar: tribunnews.com)o


Bicara tentang isu perempuan Indonesia yang paling berperan bagi kemajuan perempuan Indonesia, tak bisa melupakan satu nama Raden Adjeng Kartini.

Itulah sebabnya, tanggal kelahiranya 21 April selalu diperingati dengan Hari Kartini. Memang sifat peringatan masih sering sekedar seremonial saja, seperti siswa sekolah berbusana daerah, lomba memasak oleh laki-laki atau pameran kreasi seni karya perempuan.

KOMiK, komunitas Kompasiana penggemar film juga tak ketinggalan menyelenggarakan kompetisi blog bertemakan perempuan, bisa tentang film, sineas, semuanya yang berbau perempuan.

Bicara tentang film yang mengetengahkan isu perempuan, ingatan saya pasti terbawa pada film "Kartini" yang telah beredar tahun 2017.

Film ini berkisah tentang perjuangan seorang perempuan bernama Kartini, baik di rumah, maupun di masyarakat.

Kartini lahir dalam keluarga ningrat, yang lazimnya banyak mendapat privilege pada era kolonial, khususnya dalam pendidikan.

Namun Kartini tidak menikmati privilege itu, dia justru terenyuh melihat ketidak adilan terhadap perempuan, dimulai dari ibunya, saat dia dipingit, hingga saat dipersiapkan untuk menikah dengan laki-laki ningrat.

Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang telah sukses dalam penggarapan film biopic sebelumnya, "Soekarno", dalam film "Kartini" berhasil menampilkan biopic yang apik, lengkap dengan pemain-pemain pilihan dari Dian Sastrowardoyo yang memerankan Kartini hingga Reza Rahadian yang memerankan Kartono.

Dalam film ini, kita mengetahui dalam pingitan, Kartini justru beruntung karena dapat melahap banyak buku, sehingga dia melek literasi. Itulah sebabnya, bila perempuan Indonesia mau maju, jangan malas untuk membaca.

Melalui membaca, pikiran menjadi terbuka secara luas, Kartini mengetahui keterbelakangan masyarakat Indonesia, terlebih perempuan. Itulah sebabnya Kartini minta izin untuk mengambil beasiswa ke Belanda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun