Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Menghargai Kawasan Heritage

3 Desember 2023   11:30 Diperbarui: 3 Desember 2023   11:34 87
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gereja Blenduk (sumber gambar: idntimes.com)

Terdapat banyak kawasan heritage di kota-kota di Indonesia, baik peninggalan era raja-raja, era kolonial / penjajahan Belanda (karena Belanda menjajah Indonesia sekitar 350 tahun), era Portugis, era Inggris, peninggalan Arab dan Tionghoa.

Peninggalan raja-raja masih kita saksikan berupa istana baik yang masih kokoh (Solo, Jogja, Medan, Cirebon) atau sudah hancur (Banten). Peninggalan berdasar kultur seperti Portugis, Arab dan Tionghoa terdapat berupa gereja, klenteng, masjid, bahkan kuliner, serta pemukiman keturunan mereka.Di Jakarta, kita mengenal kawasan Portugis di Cilincing, kawasan Arab di Cikini, kawasan Tionghoa di Glodok.

Yang tampak berdiri paling megah adalah bangunan berarsitektur gothic, berupa istana, kantor, kantor pos, stasiun, atau hotel. Bisa kita ketemukan di Jakarta (Kota Tua), Bogor, Cirebon, Semarang (Kota Lama), Jogja, Surabaya dan Medan. Bangunannya terkenal kokoh dan masih dapat difungsikan hingga sekarang.

Yang saat ini menjadi destinasi wisata adalah Kota Tua di Jakarta dan Kota Lama di Semarang. Bangunan sebagian difungsikan sebagai museum, kantor, dan rumah makan / kafe. Dapat berfungsi sebagai rumah makan, karena bangunannya masih kokoh, bernilai sejarah, bernilai seni, dan sangat instagramable.

Contoh: kantor Pasar Baru, Jakarta yang menjadi kafe, kantor pos Jakarta Kota menjadi kafe, kantor-kantor di Jakarta juga banyak menjadi kafe, Rumah Merah di Jakarta juga menjadi kafe, kantor pos di Jogja menjadi kafe, dan kantor-kantor di Semarang yang menjadi kafe.

Yang masih tetap menjadi kantor, seperti Lawang Sewu di Semarang, dan beberapa kantor di Jakarta, Bogor, Cirebon, Medan masih digunakan sebagai kantor hingga saat ini.

Beberapa bangunan gereja masih dapat berfungsi dengan baik, termasuk alat musik didalamnya. seperti gereja Immanuel di Gambir, Jakarta, gereja Sion, Jakarta, gereja Katedral, Jakarta, gereja Ayam di Jakarta, gereja Katedral, Bogor, gereja Blenduk, Semarang, dan gereja Gedangan, Semarang. Hanya gereja di Kota Tua, Jakarta yang telah beralih fungsi menjadi museum Wayang.

Meski secara sejarah, mengingatkan kenangan kelam, namun kekokohan bangunan yang ada patut diapresiasi sebagai maha karya teknik sipil dan arsitektur yang mampu bertahan selama ratusan tahun.

Harusnya bangunan yang dibangun sekarang, harus mampu memiliki kualitas serupa agar dapat menjadi saksi sejarah.

Terlepas dari cerita-cerita  misteri yang muncul, bangunan kuno ini masih tetap berfungsi dengan baik. Tidak roboh maupun retak. Tinggal direvitalisasi sudah menjadi bangunan yang siap pakai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun