Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mencegah Konflik di Transportasi Umum

2 November 2023   10:00 Diperbarui: 2 November 2023   10:03 75
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (sumber gambar: liputan6.com)


Transportasi Umum adalah sarana paling murah dan praktis pada era sekarang. Dimana kemacetan meraja lela, harga BBM meroket, juga biaya tol dan parkir menjulang tinggi.

Mau ganti ke mobil listrik yang bebas beaya perawatan dan tanpa BBM, harga masih belum terjangkau.

Beberapa transportasi umum sudah ditawarkan. Di Jakarta, bisa pilih bus, angkutan kota, commuter line, MRT atau LRT. Meski trayek LRT dan MRT masih terbatas.

Gesekan antar penumpang biasa terjadi pada jam-jam kritis masuk / pulang kantor / sekolah / kuliah. Yaitu saat penumpang sangat padat dan berebut naik.

Emosi penumpang biasanya mudah tersulut saat mereka merasa hampir terlambat, yang bisa nenyebabkan uang makan hilang atau mendapat SP (Surat Peringatan) karena terlambat.

Karena tingkat emosi yang meningkat, biasanya konflik sering terjadi pada:

1. Berebut naik / turun.

Sudah menjadi aturan tak tertulis bahwa, penumpang harus mendahulukan penumpang yang akan turun sebelum naik. Bila aturan ini tidak dijalankan, pasti terjadi tabrakan / saling menyentuh sehingga menyebabkan jatuh atau terdorong atau terinjak. Hal ini yang menyebabkan timbulnya konflik. Apalagi sudah mengatakan maaf, karena tidak sengaja, tapi pihak lainnya tidak menerima sekedar permintaan maaf.

2. Saat berdesakan

Bila bus / commuter line dalam kondisi penuh, ada penumpang yang tetap memaksakan naik. Akibatnya akan mendorong penumpang lainnya. Hal ini sering menimbulkan konflik.

3. Mata jelalatan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun