Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Pensiunan, freelance copy writer - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Menjelajah Tangerang dari Kuliner hingga Cina Benteng

6 September 2022   05:00 Diperbarui: 6 September 2022   04:59 270 21 20
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Klenteng Boen Tek Bio (sumber: indonesiakaya.com)

Bila kita mengendarai kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, sering lewat begitu saja. Padahal ada yang spesifik di tempat itu, hal ini bisa diketahui setelah kita melakukan Wisata Jalan Kaki.

Kali ini kita ingin menjelajahi sebagian kota Tangerang, sebuah kota satelit bagi Jakarta. Sebagai titik kumpul kami dapat tentukan di stasiun Tangerang, agar memudahkan bagi yang naik transportasi umum, dapat menggunakan KRL, bagi yang membawa kendaraan pribadi juga dapat menitipkan di tempat parkir stasiun.

Dari stasiun Tangerang, kami berjalan kita menyusuri jalan KH Soleh Ali menuju sebuah warung makan yang melegenda, yaitu Encim Suka Ria. Disini kita bisa mencicipi sarapan khas Tangerang, mulai dari lontong sayur, nasi uduk dan nasi ulam. Memang kulinernya mirip dengan kuliner Betawi.

Setelah kenyang sarapan, kita menuju Kampung Berkelir. Perumahan penduduk yang di cat warna warni terinspirasi kampung berkelir di kota Malang. Karena warnanya sangat eye catching sangat cocok untuk berselfie atau welfie. Sayangnya cat sudah memudar, sehingga perlu dicat ulang agar tampak lebih semarak.

Dari Kampung Berkelir, kita menuju sungai Cisadane yang membelah kota Tangerang, disini sudah dibangun sebuah deck yang cukup tinggi, sehingga disebut Flying Deck. Dari sini kita dapat melihat dari ketinggian air sungai Cisadane yang mengalir hingga  kejauhan. Pada salah satu sudut di tepi sungai Cisadane, terdapat tangga untuk menuju suatu tempat yang sering digunakan untuk ritual sembahyang penduduk lokal yang disebut Toa Pe Kong air. Disini terdapat sebuah patung dengan altar persembahyangan kecil dengan sajian makanan dan buah-buahan.

Didepannya kita menemukan masjid Jami Kali Pasir yang konon merupakan masjid tertua di kawasan Tangerang.

Tangerang juga terkenal karena memiliki pabrik kecap khas Tangerang, kita menyempatkan mengunjungi sebuah pabrik kecap yang masih diolah secara tradisional dari mulai bahan baku kedelai, proses hingga pengemasan dalam botol. Kecap Tangerang terkenal gurihnya.

Kita berjalan sebentar, didepan rumah pengarang cerita silat Ong Kiem Tiong, ada sebuah rumah asli Cina Benteng berlantai tiga, yang direnovasi dan disebut Roemah Boeroeng (Roemboer). Rumah ini berfungsi semacam museum yang menyimpan koleksi dari orang Tionghoa Tangerang yang terkenal dengan nama "Cina benteng" yang memiliki budaya tersendiri dalam upacara perkawinan.

Dari Rumah Boeroeng, kita berjalan sebentar sekitar 100 meter dan kita menemukan klenteng tua Boen Tek Bio. Didekat kelenteng ini adalah pasar Lana Tangerang yang banyak menjajakan kuliner khas Tangerang.

Di dalam pasar, kita bisa menjumpai museum Benteng Heritage yang menyimpan koleksi Cina Benteng paling lengkap, juga sejarah Tionghoa Peranakan. Kita bisa melihat pintu zaman kuno yang dapat mengunci padahal tidak menggunakan kunci. Untuk naik ke lantai dua harus bergiliran, per 10 orang demi keamanan pengunjung agar bangunan tua ini tidak rubuh. Juga dilarang mengambil gambar / foto di dalam gedung. Museum ini semula adalah rumah warga Cina Benteng, Dan setelah direstoraisi menjadi satu-satunya museum Tionghoa Peranakan terlengkap di Indonesia. Untuk memasuki museum Benteng Heritage yang dikelola oleh Udaya Halim ini dikenakan tiket 35 ribu per orang. Bila kita ingin mencicipi kuliner khas Tangerang, kita bisa memesannya sehari sebelumnya agar disiapkan.

Semoga kita cukup puas menjelajah kota Tangerang. Memang Wisata Jalan Kaki membuat kita mengenal suatu tempat lebih detail.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan