Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Panduan untuk Kaum Lansia

3 Maret 2021   10:07 Diperbarui: 3 Maret 2021   10:24 53 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Panduan untuk Kaum Lansia
Ilustrasi lansia (sumber: shutterstock.com)

Lansia atau lanjut usia, bila selama ini Anda sibuk dan bukan wiraswasta atau pemilik usaha, jangan kaget bila suatu hari dipanggil HRD dan mendapat "surat cinta" alias surat penunjukan pensiun. Padahal Anda masih merasa fit karena masih berusia 55 tahun. Namun peraturan tenaga kerja di Indonesia mewajibkan batas pensiun adalah usia 55 tahun. Memang di beberapa negara ada yang mencapai 65 tahun. Bila kebetulan Anda memegang posisi strategis atau posisi kunci, paling Anda akan ditawari kontrak selama beberapa tahun lagi.

Nah, bagi Anda yang sudah pensiun, bagaimana mempertahankan kebugaran? Apalagi saat ini era pandemi, lansia tergolong rentan terpapar virus, sehingga mendapat prioritas vaksinasi lebih awal yakni setelah nakes, ASN dan TNI/Polri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah cukup istirahat, bila tidur harus cukup nyenyak. Tapi bukannya Anda harus jadi anggota kelompok rebahan.

Pola makan juga harus dijaga, jangan terlalu asin dan manis guna menghindari penyakit hipertensi dan diabetes. Porsi makan juga harus dikurangi, usahakan kurangi asupan karbohidrat. Pilihlah menu yang cukup bervariasi yang mengandung banyak sayur. Mulai hindari minum es meski hari panas terik, usahakan konsumsi makanan dan minuman hangat. Jangan makan malam terlalu larut agar Anda bisa lebih awal masuk kamar tidur. Tingkatkan minum air putih kalau bisa air putih hangat, hindari minum soda ya.

Anda harus tetap rajin bergerak, ambil contoh di Beijing tiap pagi banyak lansia yang rajin olahraga taichi atau senam ringan. Bila.melakukan suatu tindakan, jangan tergesa-gesa, lakukan perlahan tapi pasti.

Hubungan dengan sesama manusia, baik seusia maupun orang yang lebih muda, hendaknya jangan mudah tersinggung atau marah. Hindari gejala post power syndrome. Perbanyak tersenyum, tentunya jangan senyum-senyum sendiri, nanti dapat disangka mengalami gangguan jiwa.

Perbanyak bergaul atau bersilatuhrami agar Anda tetap aktif berkomunitas. Bersikap.legowo, selalu tahu diri. Namun jangan mengejar posisi atau jabatan. Biarlah posisi atau jabatan dipegang orang muda. Sebaiknya lebih suka bercanda, meski Anda bukan seorang pelawak. Bila Anda menjadi sasaran candaan, jangan marah, nikmati saja sebagai kegembiraan bersama. Bila terjadi perbedaan pendapat, sebaiknya mengalah dan tidak perlu mempertahankan pendapat mati-matian. Bila salah ucap, jangan gengsi untuk minta maaf lebih dulu, meski Anda merasa lebih senior. Hindari perasaan iri. Pertahankan suasana hati senang, lakukan semua aktifitas dengan gembira.qq

Meski Anda sudah tidak muda lagi, sebaiknya tetap merawat diri. Misal bercukur bagi pria dan menata rambut dan dandan bagi wanita. Lebih banyak menekuni hobi, entah membaca, menulis, berkebun, memelihara satwa, memelihara ikan dan lain-lain. Kalau sudah tidak ada pandemi, usahakan banyak berwisata. Jadi, nikmatilah hidup.

Dalam kehidupan rumah tangga, bila pasangan Anda masih ada, tetaplah bersikap romantis. Sebaiknya jangan sering ikut campur masalah keluarga anak, bila tidak diminta saran. Jangan terlalu berpikir bahwa Anda sudah lansia, berpikirlah sewajarnya saja. Tapi sebaliknya juga jangan beraktivitas terlalu berlebihan, Anda harus menyadari usia Anda.
Di sisi kehidupan rohani, lebih banyak bersyukur dan lebih rajin beribadah.

Semoga waktu tua Anda selalu bahagia.

VIDEO PILIHAN