Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Konsultan

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Apa Peran Wanita pada Hari Bumi?

23 April 2019   07:38 Diperbarui: 23 April 2019   13:26 147 7 2
Apa Peran Wanita pada Hari Bumi?
ilustrasi: oregonmetro.com

Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi diperingati sangat berdekatan, Hari Kartini diperingati tiap tanggal 21 April sebagai titik awal emansipasi wanita, sedangkah Hari Bumi diperingati tiap tanggal 22 April sebagai pengingat bahwa bumi makin renta dan perlu dirawat lebih seksama sebagai tempat tinggal anak cucu kita.

Ada benang merah antara wanita dan bumi, keduanya sama-sama perlu diperhatikan. Wanita yang memiliki perasaan halus senantiasa memerlukan kasih sayang dari kaum pria, bumi juga perlu perhatian dari penghuninya karena tanpa kepedulian yang tinggi, bumi akan makin kurang nyaman dihuni.

Wanita pada hakekatnya memiliki keterkaitan dalam penyelamatan bumi, karena wanita adalah tulang punggung keluarga yang erat dengan lingkungan. Cobalah wanita mulai menunjukkan perannya dalam hal:

1. Wanita sebagai pendidik anak

Di dalam keluarga meski pendidikan anak seyogyanya dilakukan bersama oleh kedua orang tua, tetapi lazimnya wanita memiliki kesabaran lebih tinggi dalam menghadapi anak. Dalam lingkup yang lebih sempit, wanita di dalam keluarga harus lebih berperan dalam pendidikan anak, khususnya dalam pelestarian lingkungan. 

Wanita harus memberikan contoh yang peduli pada lingkungan agar ditiru oleh anak-anaknya. Sebagai contoh mendidik mengurangi penggunaan kantong plastik saat belanja dengan membawa tas sendiri, mengurangi penggunaan sedotan plastik, menggunakan tumbler guna mengurangi penggunaan kemasan plastik, serta mengurangi pemakaian steryform dengan membawa kotak makanan.

Mendidik anak untuk lebih senang berjalan kaki atau naik sepeda bila bermain ke rumah tetangga atau ke warung. Bila bepergian lebih banyak menggunakan transportasi umum guna mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang sekaligus membantu Pemerintah mengurangi kemacetan. Serta mendidik tidak membuang sampah sembarangan guna mencegah banjir.

2. Wanita dan pengelolaan sampah

Sebagai ibu rumah tangga di dalam sebuah keluarga patut mengajarkan cara pengelolaan sampah yang tepat guna menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi. Sampah rumah tangga dapat dipilah menjadi sampah organik dan sampah non-organik. Sampah organik dapat diproses menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman. Sampah non organik dapat dikurangi dengan memaksimalkan upaya penggunaan ulang.

Untuk sampah elektronik juga tidak ditumpuk di sudut-sudut gudang, tetapi dikumpulkan pada penampung sampah elektronik di sekolah, kampus atau mall. Yang nantinya akan diolah secara benar dengan mesin khusus yang mampu mengolah limbah bahan berbahaya dan beracun.

3. Wanita sebagai menteri keuangan

Di dalam keluarga wanita juga perlu berperan dalam menentukan barang yang akan dibeli untuk kebutuhan rumah tangga. Wanita dapat memilih barang yang mampu di pakai ulang (reuse) sehingga tidak menghabiskan sumber daya alam. 

Wanita harus pandai-pandai memilih barang yang mampu menghemat pemakaian (reduce), contoh menggunakan shower di kamar mandi untuk menggantikan gayung guna menghemat pemakaian air.  

Juga dapat memilih barang yang mudah di daur ulang (recycle) sehingga tidak mengotori lingkungan. Misal mendaur ulang air kotor untuk dapat digunakan sebagai air flush pada toilet atau untuk menyiram tanaman.

Juga memilih produk yang tidak merusak lingkungan, misal membeli pendingin ruangan yang tidak menggunakan freon guna melindungi ozon. Menentukan pencahayaan alami dengan mengurangi dampak rumah kaca, serta mengurangi pemakaian daya listrik yang besar.

Wanita juga dapat menyajikan makanan sehat bagi keluarganya, dengan memanfaatkan sudut-sudut rumah untuk menanam hidroponik. Selain lebih hemat, kalau diseriusi bahkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dengan menjual tanaman hidroponik.

Jadi, jangan mengabaikan peran serta wanita dalam menyelamatkan bumi. Sangat tepat kiranya merayakan Hari Kartini sambung menyambung dengan Hari Bumi, dengan menjadikan wanita sebagai pahlawan dalam menyelamatkan bumi.