Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kompasianival 2018, Sukses atau Gagal?

7 Desember 2018   16:09 Diperbarui: 7 Desember 2018   16:38 284 4 2
Kompasianival 2018, Sukses atau Gagal?
Suasana Kompasianival 2015 (sumber: www.kompasianival.kompasiana.com)

Sudah bertahun-tahun saya ikut menjadi anggota di blog keroyokan bernama Kompasiana, yang konon kabarnya tahun ini sudah mencapai usia 10 tahun. 

Sudah banyak teman yang berhasil saya dapatkan dari acara temu darat seperti Nangkring, Ngoplah, Blogshop, Perspektif (dulu disebut Jumpa Pakar), Onloc (dulu disebut Kompasiana Visit) maupun acara komunitas seperti Kapeka (Kompasianers Penggila Kuliner), Komik, Ketapels, dan lain-lain.

Karena seringnya ditugaskan di luar kota, sepertinya saya baru tiga kali ikut Kompasianival, sebuah ajang akbar yang biasanya digelar pada akhir tahun. Yang pertama 2014 yang diselenggarakan di Gedung Sasana Budaya Taman Mini Indonesia Indah bertajuk "Aksi untuk Indonesia" dan yang ke dua 2015 yang digelar di Gandaria City bertajuk "Indonesia Juara". Gara-gara Kompasianival di Gandaria City yang gagal dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, akhirnya saya ikut terpilih diundang makan siang ke Istana. Lumayan .... 

Dan yang ke tiga tahun 2016 yang diselenggarakan di Gedung UMKM Smesco dengan tajuk "Berbagi", ajang ini sekaligus memperjelas serah terima estafet tongkat komando kepemimpinan Kompasiana dari kang Pepih ke kang Isjet. Kompasianival 2017 bertajuk "Kolaborasi Generasi" kembali saya absen karena sedang bertugas di Balikpapan.

Bila membandingkan rundown acara dari ke tiga Kompasianival yang pernah saya ikuti dengan Kompasianival 2018 yang akan digelar besok pagi, saya menemukan ketimpangan. Pembicara dan Tokoh yang dihadirkan kali ini kurang gereget tampaknya. Semoga saja prediksi saya ini salah .... Jelek atau bagus, besok saya tetap akan datang.

Saya sangat terpesona dengan rundown acara Kompasianival 2014, entah karena euphoria pertama kali mengikuti Kompasianival atau memang benar-benar bagus, entahlah. Semua acara bersifat terbuka, sehingga peserta dapat memilih slot acara yang diinginkannya. Kompasianival 2015 cukup bagus meski terkesan sesak, karena diadakan di dalam mall. Semua acara juga dapat diikuti dengan mudah. Bahkan saya sempat bertanding catur melawan kang Pepih, sebuah kehormatan bagi saya.

Kompasianival 2016 menurut penilaian saya sudah mulai berkurang geregetnya, area seminar terlalu berdekatan dengan booth sponsor, sehingga suasana riuh rendah, akibatnya banyak peserta yang keluar masuk untuk mencari "ketenangan".

Kompasianival 2018
Pertama kali, Kompasianival 2018 akan digelar pada awal November 2018, pada hari kerja lagi, yakni tanggal 1-3 November 2018, hanya ada satu hari Sabtu sebagai penghujung acara. Saya langsung melayangkan complain, bagaimana peserta yang menggunakan mobil, khan terkena aturan gagen, pasti akan absen satu hari, alias tidak dapat mengikuti seluruh acara. Meski sedikit kecewa dengan tanggal yang kurang bersahabat, saya tetap mendaftar juga dan sudah mendapatkan Kode QR.

Saya bersyukur, akhirnya Kompasianival 2018 ditunda penyelenggaraannya ke 8 Desember 2018, meski banyak juga Kompasianers yang jadi korban dan mengeluh karena sudah terlanjur membeli tiket pesawat, khususnya teman-teman dari luar kota Jakarta.

Menjelang berlangsungnya Kompasianival 2018, banyak diumumkan acara Workshop dan Meet The Experts, peserta diminta mendaftar, tapi cara pendaftarannya kurang jelas. Pada acara Meet The Experts, saya cari kesana kemari, tempat pendaftarannya sampai sore ini saat artikel ini ditulis belum ketemu juga. Sedangkan acara workshop, meski sudah dapat melakukan registrasi, namun belum disetujui menjadi peserta, dari 5 acara workshop baru disetujui 2 acara, padahal kalau menilik pada halaman pendaftaran, jumlah pendaftar belum penuh-penuh amat.

Mengamati rundown acara Kompasianival 2018, tampaknya peserta yang senang mengikuti workshop bakalan tidak dapat mengikuti acara Meet The Experts karena waktunya banyak yang bentrok. Jadi, sebelum mendaftar, sebaiknya pilihlah dengan cermat acara yang Anda minati.

Kekurangan lain dari Kompasianival 2018 adalah venue, menurut saya venue ini sulit dicapai, meski venue ini merupakan pengulangan dari venue Kompasianival 2017. Karena peserta harus ganti kendaraan, baik yang datang dengan TJ maupun CL. 

Bagi yang menggunakan kendaraan roda empat atau dua, juga wajib berhati-hati, siapkan aplikasi Ovo atau harus membayar beaya parkir di tempat tersedia, bukan di pintu keluar. Karena bila Anda langsung menuju pintu keluar, dipastikan Anda akan menimbulkan kehebohan, karena kendaraan Anda tidak bisa keluar. Inilah ciri khas gedung, mall maupun rumah sakit yang dikelolal oleh Kelompok Bisnis Lippo.

Sampai jumpa di Kompasianival 2018, semoga estimasi saya tidak terjadi .... Dan saya dapat bersilaturahmi dengan teman-teman Kompasianers dari seluruh Indonesia.