Mohon tunggu...
Sutan Pangeran
Sutan Pangeran Mohon Tunggu... Wiraswasta - Bersahabat

WhatsApp 0817145093

Selanjutnya

Tutup

Humor

Bahasa Angkot: Lain Jakarta, Lain Surabaya, dan Lain Pula Malang

8 Oktober 2011   01:10 Diperbarui: 26 Juni 2015   01:13 524 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humor. Sumber ilustrasi: PEXELS/Gratisography

Bahasa angkutan kota (angkot)) itu berbeda-beda sesuai kebijakan dinas perhubungan yang berada di suatu wilayah. Bila Jakarta dan sekitarnya memakai nomor, misal di Tangerang angkot 08 melayani Cimone - Pasar Kemis. Demikian pula yang lain. Sehingga bisa dikatakan, orang Jakarta pandai berhitung karena sudah mengenal angka.

[caption id="attachment_134487" align="aligncenter" width="430" caption="Argosari,Dinoyo,Landung Sari (Angkot ADL,Malang)"][/caption] Sedang di Surabaya, dikenal bahasa angkot  Len A, Len B, C dan lainnya, menandakan orang Surabaya pandai membaca ketimbang berhitung. Lain Jakarta, lain Surabaya dan lain pula Malang: Orang di Malang ternyata  jauh lebih sempurna, karena telah pandai membuat akronim sebagai pembeda bagi penumpang yang  ingin naik angkot. Tentu menandakan selain bisa berhitung dan membaca mereka juga mahir memahami makna berbahasa yang baik, bahasa angkot. Di Malang, bahasa angkot lebih sempurna karena mereka mencirikan dengan cara membuat  inisial pada wajah depan dan belakang angkotnya, seperti  AL (bukan ANAK LIAR); GL (bukan GILA LU); LDG (Landungsari, Dinoyo, Gadang), CKL dan lain-lain. APAPUN BAHASA ANGKOT, TIADA MASALAH. YANG PENTING BUKAN BAHASA KEKERASAN, SEPERTI YANG DILAKUKAN OLEH ANGKOTA 02 (PONDOK LABU - CIPUTAT). MASIH INGAT BAHASA KEKERASAN YANG SATU INI? ))))) diringkas menjadi   http://adf.ly/3DPaX

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan