Mohon tunggu...
Surya Reyog
Surya Reyog Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kenakalan Remaja Cara Menyimpang Menemukan Jati Diri

28 April 2017   16:34 Diperbarui: 28 April 2017   16:44 811
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Kenakalan remaja diartikan sebagai perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum dan agama. Perilaku tersebut akan merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa remaja adalah mereka yang masih berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi atau masa peralihan.

Kenakalan remaja memiliki ragam bentuk. Diantaranya adalah seks bebas, tawuran antar pelajar, kecanduan narkoba, dan tindakan kriminal lainnya. Kenakalan remaja dapat dipicu oleh beberapa faktor berikut. Faktor tersebut adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang memengaruhi kenakalan remaja dari dalam diri seorang remaja. Faktor ini meliputi control diri yang lemah dan krisisnya kepribadian seorang remaja. Sedangkan faktor internal, adalah yang memengaruhi kenakalan remaja dari luar pribadi seorang remaja. Faktor ini meliputi peran orang tua, lingkungan pergaulan, dan pengetahuan agama yang kurang.

Krisisnya kepribadian ini merupakan perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Sedang lemahnya kontrol diri adalah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Kenakalan remaja menjadi hal yang sangat wajib diwaspadai dan lebih diperhatikan. Seiring berkembangnya seorang anak, sudah sewajarnya seorang remaja melakukan sebuah kenakalan. Selama kenakalan itu masih pada tingkat yang wajar. Oleh karena itu peran orang tua dalam mendidik seorang anak apalagi remaja sangat diperlukan penanaman nilai, dan norma yang diberikan sejak dini dapat mempengaruhi sikap, perbuatan mental seorang anak untuk dapat memilah mana hal yang perlu ditiru, dan mana hal yang tidak patut ditiru, pada intinya seorang anak dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Selain peran orang tua, faktor lingkungan juga sangat memengaruhi kepribadian remaja. Remaja tersebut akan mendapatkan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang ia dapatkan dari lingkungan. Singkat kata, mereka akan terbiasa dengan sebuah lingkungan. Lingkugan yang baik dan ideal untuk petumbhan dan perkembangan remaja adalah lingkungan yang selalu menekankan dan menjunjung nilai-nilai kesusilaan.

Pemahaman terhadap agama yang kurang, bahkan tidak sama sekali, akan memicu kenakalan remaja. Pendidikan agama islam sangat erat sekali kaitannya dengan pendidikan pada umumnya, pendidikan islam bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan siswa terhadap Allah SWT,. Tujuan pendidikan islam yang sejalan dengan misi Islam yaitu mempertinggi nilai-nilai akhlak sehingga mencapai akhlakul karimah. Tujuan dari pendidikan islam adalah pembentukan akhlak yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, jiwa yang bersih, kemauan yang keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi.

Kenakalan remaja juga memiliki dampak yang begitu hebat. Dampak tersebut dapat dikategorikan lagi menjadi bebrapa hal, yaitu dmpak terhadap diri sendiri dan orang lain. Dampak terhdap diri sendiri, misalnya akan dikucilkan dan diasingkan oleh orang lain. Kehidupannya menjadi tidak tenang. Mendapatkan perlakuan yang kurang baik. Sedangkan dampak terhadap orang lain yakni merugikan orang lain.

Berdasarkan dampak tersebutlah, tidak sedikit orang mengatakan kenakalan remaja, merupakan cara menyimpang menemukan jati dirinya. Seseorang yang pernah melakukan sesuatu yang menyimpang dari norma kesusilaan, lambat laun akan menyadari bahwa yang ia lakukan selama ini adalah perilaku yang menyimpang dan tidak pantas untuk diulangi lagi.   

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun