Mohon tunggu...
Suryadi Firdaus
Suryadi Firdaus Mohon Tunggu...

Pemerhati komunikasi penyiaran, Penggiat pendidikan.\r\nMengajak berpikir positif, akal sehat dan logis.

Selanjutnya

Tutup

Politik

1 Tahun Selebritas Jokowi

15 Oktober 2013   06:03 Diperbarui: 24 Juni 2015   06:31 1068 0 8 Mohon Tunggu...

Jokowi telah genap setahun menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Momen ini patut menjadi sarana evaluasi terhadap kinerja pemerintah ibukota yang disorot jutaan rakyat Indonesia. Jakarta menjadi etalase dan cermin bagi negara kita tercinta. Seperti kinerja para pejabat negera, gubernur, bupati bahkan presiden sekalipun selalu memiliki catatan positif dan negatif dalam kinerja kepemimpinannya. Namun kalau kita mencermati media dalam membingkai berita-berita seputar jokowi akan timbul kesan yang berbeda. 'Taring' media seakan-akan berubah menjadi 'gigi susu' yang justru memformat kekurangan pemerintahan jokowi menjadi enak didengar dan lumrah (atau sah-sah saja) bagi jokowi sebagai orang nomor satu di ibukota ini.

Harus diakui, sebelum menjadi gubernur DKI, Jokowi memang sudah menjadi 'selebriti' dalam dunia politik. Segala prestasi dan sepak terjang jokowi menjadikan dia 'layak' sebagai pemenang pilgub DKI tahun lalu. Adakah yang berubah dari gaya media dalam pemberitaan jokowi setelah menjadi Gubernur DKI? Jokowi tetap menjadi 'selebriti' dan berita 'emas' bagi media televisi, media cetak dan media online. Coba kita perhatikan dan mengingat kembali bagaimana berita-berita seputar jokowi selama menjabat setahun.

Setiap aksi jokowi pasti selalu terekam kamera wartawan dan menjadi berita 'menarik'. Mulai dari pindah rumah jokowi, gaya rambut jokowi, pakaian jokowi, 'blusukan' jokowi, jokowi masuk saluran air, naik ke bekas bangunan roboh dan masih banyak yang lainnya. Jokowi sudah seperti artis/selebriti yang selalu dibuntuti awak media kemanapun dan kapanpun. Hal kecil yang tak terkait jabatan tetap menjadi berita (gosip) yang laku. Tidak bisa dipungkiri, jokowi pun mungkin memiliki tim media secara langsung ataupun tidak yang siap memblow-up aktivitas dan kinerja jokowi.

Bagaimana kinerja jokowi selama satu tahun? Adakah rapor dan catatan merah bagi jokowi layaknya pemimpin di berbagai pelosok Indonesia. Berita berimbang dan jujur menjadi dambaan masyarakat DKI Jakarta. Sedikit review seperti kekurangan program KJS yang belum memuaskan dan beberapa Rumah sakit yang mundur, belum beresnya program KJP, Macet dan Banjir seolah-olah hilang padahal tetap menjadi catatan rapor tahunan, ketimpangan dari program lelang lurah dan sebagainya. Kita harapkan media mampu menyajikan rapor jokowi seperti 'greget' berita seperti pejabat-pejabat lain. Masyarakat perlu informadi utuh, objektif dan transparan bukan yang dibingkai dan diarahkan. Jangan sampai berita-berita ini hanya menggiring opini layaknya jokowi nyapres tahun 2014. Jokowi masih punya banyak PR dan baru satu tahun memimpin DKI jadi stop mendewakan jokowi sebagai calon presiden kilat tanpa cela. Masyarakat harus melek media agar Indonesia mampu bangkit dan maju.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x