Mohon tunggu...
Supli Rahim
Supli Rahim Mohon Tunggu... Pemerhati humaniora dan lingkungan

.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mari Jaga Protokol Iman Kita, Jangan Hanya Protokol Imun

22 Januari 2021   03:51 Diperbarui: 22 Januari 2021   03:52 101 5 0 Mohon Tunggu...

Bismillah,

Selama pandemi covid 19 kita umat manusia khususnya kita manusia di Indonesia hanya fokus kepada protokol kesehatan, protokol kesehatan sebagai upaya untuk menyelamatkan diri dari kematian. Ternyata pintu kematian itu bukan hanya melalui covid 19. Banyak sekali. Kecekaaan pesawat terbang, longsor, banjir, gempa bumi, kena penyakit degenaratif dll. Tulisan ini mengingatkan pentingnya protokol iman, tidak hanya jaga protokol imun.

Allah Maha Kuasa

Kit bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa kemerdekaaan yang kita peroleh adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan yang luhur. Atas dasar itu kita mendirikan negara kesatuam republik Indonesia. Karena itu sudah sewajarnya kita menjaga keyakinan kita, iman kita kepada Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu kita perlu mentaati perintahNya dan meninggalkan laranganNya.

Di antara perintah yang kita tidak mudah untuk melakukannya adalah jujur kepada sesama dan adil kepada sesama, menepati janji serta saling kasih mengasihi kepada sesama manusia, sesama anak bangsa dan sesama umat beragama.

Selama pandemi covid 19 banyak kasus korupsi yang dilakukan secara tidak berkeperimanusiaan karena yang dikorupsi adalah dana bansos untuk masyarakat miskin. Sebagaimana telah ditangkapnya Mensos dan jajarannya, menteri Kelautan dan para mitranya bahkan menurut Tempo, korupsi dana bansos ini melibatkan banyak pihak. 

Apa artinya ini semua? Ini semua berarti bahwa kita hanya fokus kepada protokol imun tetapi kita tidak menjaga protokol iman.

Bagaimana Protokol Iman?

Menjaga iman itu adalah hal yang harus dilakukan terus menerus walau tidak mudah. Pertama, sebagai bangsa kita mesti membangun budaya malu jika mengambil yang bukan hak kita. Ini diajarkan di sekolah, diajarkan waktu bekerja di kantor, diajarkan di rumah ibadah, diajarkan di masyarakat luas, diajarkan oleh presiden kepada para menteri, diajarkan oleh partai kepada anghota dan pengurusnya. Tanpa malu berarti tidak ada iman.

Kedua, kita sebagai bangsa mesti mengingatkan kepada sesama agar jangan menjadi orang yang munafik. Bagaimana caranya? Kita mesti jangan berkata bohong, jangan ingkar janji, jangan khianat jika dipercaya. Inti ajaran islam adalah jangan bohong. 

Para pejabat pengelola negara mesti hati-hati dalam berkata, dalam berjanji. Kenapa? Karena perkataan dan janji kita direkam oleh wartawan, oleh malaikat. Seseorang yang mengucapkan janji A, sampai kiamat akan tetap tertulis dan terekam sampai hari kiamat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x