Mohon tunggu...
Supiyandi
Supiyandi Mohon Tunggu... IG: @supiyandi771

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Meningkatkan Ekonomi Desa dengan Pengembangan Wisata

21 Juli 2019   06:37 Diperbarui: 21 Juli 2019   07:20 0 3 0 Mohon Tunggu...
Meningkatkan Ekonomi Desa dengan Pengembangan Wisata
Kebun Bunga Celosia di Kabupaten Musi Rawas. Foto oleh Supiyandi Supiyandi

Desa adalah wilayah yang berpengaruh penting dalam perekonomian. Desa adalah wilayah penyangga yang menyediakan lumbung pangan diseluruh Indonesia saat ini. Ketahan pangan tidak terlepas dari peran desa dalam melestarikan budaya agraris di Indonesia. Di era globalisasi seperti saat ini akses informasi sangat mudah dan dengan pembangunan infrastruktur jalan yang semakin gencar, wilayah desa semakin maju. Pembangunan infrastruktur jalan itu bukan hanya semata untuk menunjang operasinal pemerintah dalam mengelola ekonomi tetapi juga untuk ekplorasi pengembangan potensi yang ada di desa.

Baca Juga: Pemasaran Karet Alam dan Permasalahannya di Sumatera Selatan

Pengembangan ekonomi desa memang sudah seharusnya dilakukan dari dulu. Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya membuat program untuk meningkatkan ekonomi desa. Salah satunya adalah dikeluarkannya undang-undang desa. Undang-undang desa juga mengamanatkan untuk disalurkannya dana ke desa langsung dari pusat untuk pembangunan desa agar bias berdaya dan mandiri. Salah satu pemberdayaan desa saat ini yang sedang trend adalah pemberdayaan desa wisata.

Pengembangan desa wisata menjadi trend di banyak desa di Indonesia saat ini. Hal ini menjadi energy positif bagi perkembangan wisata lokal karena bias meningkatkan perekonomian terutama desa yang mengembangkannya. Wisatawan local adalah sasaran utama pengemabangan wisata di desa. Selain itu manfaat lainnya adalah menjadikan lingkungan desa menjadi indah dan tertata serta menjadi daya tarik tersendiri bagi desa tersebut untuk dikunjungi oleh wisatawan local maupun dari luar.

Pesona desa wisata sebagai penghasil devisa bagi desa memang tidak bisa diragukan. Siapa yang tidak ingin lingkungan desa menjadi bersih dan indah, warga desa menjadi banyak senyum dan ramah serta para wisatawan yang datang, menghabiskan dan menciptakan rejeki limpah-ruah. Tapi, bayangan itu sama sekali tak mudah diwujudkan, soalnya harus ada strategi yang membuat sebuah obyek wisata layak didatangi orang berkali-kali. Maka pengelola wisata haruslah mampu menciptakan inovasi. Pada akhirnya inovasi adalah kunci sukses desa wisata.

Gejala umum saat ini adalah, tempat wisata menjadi terkenal dan menciptakan daya tarik luar biasa ketika tempat itu mulai membanjiri lapak media sosial terutama instagram. Saat ini semua orang sangat menggemari selfi dan berlomba mendapatkan tempat yang belum banyak dijamah orang untuk mengabadikan dirinya. Istilahnya, makin sedikit orang yang pernah memotret diri di tempat yang dikunjungi semakin keren dimata para wisatawan. 

Baca Juga: Baik dan Buruk Proyek OBOR bagi Indonesia

Selain spot berfoto yang menjadi ikon dari suatu wisata desa, inovasi seperti pengembangan wisata desa berbasi budaya dan kearifan local serta melibatkan partisipasi masyarakat juga menjadi kunci sukses desa wisata sebagai pembeda dari wisata yang ada di tempat lain. Strategi ini dipandang dapat menjadi daya tarik yang bias menarik wisatawan baik local maupun dari luar yang sangat berdampak pada peningkatan ekonomi desa.

Dalam jangka panjang, dampaknya terhadap perekonomian dan gaya hidup masyarakat akan signifikan. Dari sisi ekonomi bias menambah produksi jasa nasional secara makro lewat turis local maupun dari luar yang masuk ke desa. Pendatang yang dating ketempat-tempat wisata di desa pasti akan berbelanja baik itu konsumsi makanan maupun oleh-oleh. Dari sini bias dikemabngkan oleh-oleh kerajinan tangan khas setiap desa. Kemudian dengan meningkatnya konsumsi di desa artinya akan meningkatkan produksi nasional secara makro yang berakibat pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Dari sisi gaya hidup, masyarakat akan terbiasa dengan pola lingkungan yang bersih dan indah sehingga bias menjadi budaya. Lingkungan yang bersih ini akan mendukung terciptanya program desa sehat. Salah satu aspek dari desa sehat adalah lingkungan yang bersih.

Pada akhirnya wisata local bias menjadi sektor basis ekonomi di desa. Sektor basis ekonomi akan memberikan multiplier efek baik konsumsi maupun pendapat. Secara mikro mungkin akan mucul pedagang -- pedagang kecil disekitar wisata dan juga pengrajin kerajinan tangan untuk dijadikan oleh-oleh. Hal ini bias meningkatkan produksi, konsumsi, dan pendapatan masyarakat yang terlibat di dalam kegiatan ekonomi di wilayah wisata desa tersebut. Secara makro akan berdapak pada meningkatnya konsumsi, produksi dan pendapatan nasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2