Mohon tunggu...
Supadma Kerta Buana
Supadma Kerta Buana Mohon Tunggu... Penulis lepas

Penulis lepas

Selanjutnya

Tutup

Politik

Mengintip: Pertarungan Politik Menuju Karangasem Satu

20 Oktober 2015   11:19 Diperbarui: 20 Oktober 2015   11:44 138 0 1 Mohon Tunggu...

Gema  politik menuju tahta tertinggi di bumi lahar sudah mulai terdengar, meskipun pendaftaran bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang baru akan dimulai pada bulan juli dan pemilihan akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Beberapa figur atau tokoh sudah mulai menunjukan diri sebagai tanda-tanda  kesiapan akan berkompetisi  dalam pertarungan menuju Karangasem satu .

Politisi dan figur-figur tokoh masyarakat Karangasem sudah mulai menunjukan diri dengan berbagai media, seperti pemberitaan rutin di koran, radio, televisi, pemasangan baliho di jalan-jalan strategis, pembagian sembako, dan simakrama di berbagai wilayah di kabupaten Karangasem. Semua itu tiada lain  bertujuan untuk memikat hati dan simpati  masyarakat Karangasem guna melancarkan tujuannya menuju tahta tertinggi di kabupaten Karangasem.

I Gusti Ayu Mas Sumatri, salah satu politisi Partai PDI-P merupakan tokoh wanita  yang paling terlihat pergerakannya menuju pertarungan kursi bupati Karangasem. Hal ini ditunjukan dalam sebuah gerakan-gerakan aktif yang dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Karangasem dua periode ini pada tingkat masyarakat bawah. Terlihat di berbagai jalan-jalan strategis di daerah kabupaten Karangasem bermunculan foto-foto politisi ini yang menjargonkan emansipasi wanita.

bersama mantan birokat yang kini menjabat MMDP Karangasem , I Wayan Artha Dipa bahkan sudah tercetus jargon “Masdipa” sebagai tanda sudah sepakatnya pasangan Gusti Ayu Mas Sumatri dan I Wayan Artha Dipa untuk bersiap menuju bertarungan perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem. Tidak tanggung-tangung Gusti Ayu Mas Sumantri yang merupakan istri miliarder Gusti Made Tusan, bos GMT ini sudah menggandeng mantan Komisioner KPU Pusat, I Gusti Putu Artha sebagai tim suksesnya.

Poltisi lain yang getol turun ke masyarakat adalah mantan anggota DPD RI, I Wayan Sudirta yang kini merupakan wakil ketua DPD PDI-P Bali. Wayan Sudirta dengan Yayasan Bunda Luh Ronce (YBLR) yang dibentuknya, terlihat sering ada  di pemberitaan media telivisi dimana memperlihatkan keperihatinannya terhadap kaum-kaum lansia miskin yang dalam keadaan sakit. Pada setiap kunjungannya itu  Sudirta datang tidak dengan tangan kosong,  terlihat Ia  selalu  menyerahkan bantuan.

Beda lagi dengan politisi yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Karangasem yang kini menjadi Ketua Fraksi PDIP DPRD Karangasem, Pemasangan stiker di angkot-angkot adalah cara I Gede Dana dalam mempromosikan diri menuju pertarungan tahta tertinggi di kabupaten Karangasem. Meskipun dalam persaingan jelang pilkada Gede Dana tidak seanggresif sesama rekannya di PDI-P yang sudah terlihat bergerak ke mayarakat bawah, cara itu telah menujukan bahwa I Gede Dana sudah bersiap-siap ikut bersaing dalam pertarungan menuju Karangasem satu.

Made Sumiati yang merupakan anggota DPRD Provinsi Bali yang juga merupakan salah satu digadang-gadang sebagai calon bupati PDI-P tentu sama dengan I Gede Dana yang belum begitu menunjukan keagresifannya . Ia dengan The Sumiati Center nya masih melakukan pendekatan kepada  masyarakat dengan mengadakan metatah massal, sapuh lenger massal, ngaben massal . Selain itu, Made Sumiati terlihat selalu mendampingi Gubenur Bali pada setiap acara simakrama setiap ahir bulan, sebagai perwakilan DPRD Bali.

Sementara Golkar yang merupakan partai bupati petahanan saat ini, I Wayan Geredeg tidak lagi akan memunculkan nama Geredeg dalam pertarungan menuju Karangasem satu. Hal ini disebabkan oleh I Wayan Geredeg sudah menjabat dua periode sebagai bupati Karangasem, sehingga tidak bisa dicalonkan lagi menjadi Bupati.

Muncul nama wakilnya saat ini yang berstatus incumbent Wakil Bupati Karangasem, I Made Sukerena yang di dorong untuk maju memperebutkan kursi tertinggi di bumi lahar. Sukerana yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini terlihat intens turun ke masyarakat bawah. Meskipun tidak terlihat anggresif seperti para pesaing-pesaingnya yang telah menujukan diri, sukerena hanya terlihat turun kemasyarakat sebagai wakil bupati Karangasem.

Diantara nama-nama yang sudah familiar di masyarakat itu, ada beberapa tokoh Karangasem yang patut diperhitungkan dalam pertarungan menuju Karangasem satu, meskipun tak begitu terlihat anggresif muncul nama-nama sebut saja seperti  adik kandung Bupati Karangasem, Anak Agung Bagus Ngurah (PDI-P), Komang Kisid (Golkar),  I Wayan Parka (PKPI), I Kadek Sujanajaya (Nasdem),  Wayan Suastika (PDIP), I Nyoman Suyasa (Gerindra), Ida Bagus Adnyana Gerindra).

Konstelasi Politik Dan Peta Kekuatan Politik

Meski telah terdengar nama-nama figur dan politisi yang akan maju ke tahta tertinggi Karangasem semakin bermunculan, tetapi pada ahirnya akan terjaring danmengarah pada beberapa pasang calon bupati dan wakil bupati Karangasem sesuai dengan peroleha kursi DPRD Karangasem yang mengsyaratkan minimal 20 persen  dari perolehan kursi dan 25 persen dari perolehan suara pemilu bisa mengajukan pasangan calon, semantara bagai calon perseorangan (independen) syarat yang  harus dipenuhi adalah dukungan sebanyak 4 persen KTP dari jumlah penduduk Karangasem.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x