Mohon tunggu...
sulthon zahid Zaidan
sulthon zahid Zaidan Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

futsal

Selanjutnya

Tutup

Diary

Panggil Saja Sulthon

4 Oktober 2022   23:11 Diperbarui: 4 Oktober 2022   23:18 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

 Halo guys, saya disini ingin memperkenalkan diri saya sendiri. Nama saya Sulthon Zahid Zaidan El Nabiil dan biasa di panggil oleh teman teman dekat saya Buton, bisa di panggil apa saja asal jangan di panggil yang maha kuasa ya guys, sebelumnya saya sendiri tidak tahu kenapa saya di panggil Buton oleh teman teman dekat saya, tetapi gapapa selagi tidak mengganggu kehidupan saya. 

Dan tempat saya lahir di provinsi Jawa Timur, Kabupaten Lamongan, tanggal lahir saya 08 Desember 2003. Dan saat ini saya tinggal di Bogor, di Cibinong. Saya mempunyai 4 adik dan saya anak yang pertama, disini uniknya adik adik saya mempunyai nama awalan "S" semua termasuk saya. 

Saya dilahirkan oleh pasangan Herman Kustanto dan Ari Kristianti yaitu  orang tua saya sendiri. Lalu Hobi saya adalah futsal tapi semenjak saya mempunyai penyakit tulang, saya jadi jarang bermain futsal dan dilarang keras oleh ayah saya. 

Cita cita saya adalah ingin menjadi penyuluh di BNN, tetapi sebelumnya saya tidak tahu kenapa dari dulu cita cita saya selalu berubah rubah, apakah saya saja yang seperti ini?, apa orang lain juga?.

Riwayat pendidikan saya dari tk sampai saat ini, saya tk di TK Azzahra lalu saya melanjutkan ke SDIT Amalia selama 6 tahun, lalu saya melanjutkan ke MTS husnul khotimah selama 3 tahun yang bertempat di daerah Kuningan, Jawa barat.

Kemudian saya melanjutkan ke MA husnul khotimah yang bertempat sama dengan saya waktu MTS, tetapi waktu saya MA ada masalah yang mengharuskan saya di keluarkan dari sekolah saya tercinta, tetapi saya tidak berkecil hati dan masih menginginkan sekolah, saya di keluarkan dari sekolah membuat saya mengintropeksi diri dan membangun semangat saya.

Sehabis saya di keluarkan dari sekolah tercinta, saya melanjutkan ke SMAS Yapida dan saya melanjutkan sekolah dengan catatan dengan sungguh sungguh menimba ilmu, tetapi saya memang anaknya bandel jadi saya sering di tegur oleh pihak sekolah, meskipun saya anaknya bandel dan susah di atur, tetapi saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya dan tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya.

Saat kelas 12 saya ingin bersungguh sungguh belajar tetapi tetap saja saya susah untuk belajar dengan serius, tibalah masa masa pendaftaran jenjang perguruan tinggi, saya mulai mendaftarkan diri dari SNMPTN, meskipun saya jarang belajar tetapi saya mendapatkan kesempatan mengikuti SNMPTN dengan sebutan siswa eligble, lalu saat saya mendaftarkan SNMPTN terdapat masalah dalam NISN jadi ada kendala yang tidak bisa diatasi dan saya akhirnya mengikhlaskan SNMPTN.

Lalu ada pendaftaran SPAN PTKIN, tentu saja saya mendaftarkan diri juga ke SPAN PTKIN tetapi allah mempunyai rencana baik untuk saya, alhasil saya tidak lolos SPAN PTKIN, lanjut dengan pendaftaran SBMPTN, tentu saja saya mengikuti SBMPTN.

Saya mendaftarkan diri SBMPTN, pilihan yang pertama adalah ke UIN Jakarta lalu pilihan ke dua adalah ke UNILA, singkat cerita alhasil saya lolos di pilihan ke dua yaitu UNIVERSITAS LAMPUNG, senangnya bukan main serius dah, lalu ada pendaftaran UM PTKIN, saya mendaftarkan diri juga ke UMPTKIN, alhasil saya lolos UIN Jakarta program studi Bimbingan penyuluhan islam. 

Saya ingin menceritakan juga kenapa saya memilih UIN Jakarta daripada UNILA, jadi waktu itu saya sangat bimbang, ingin memilih UIN atau UNILA, akhirnya saya sharing ke teman dekat saya, ke guru BK saya, ke orang tua saya, dan hasilnya sama semua, mereka menyuruh saya untuk sholat istikharah, dan akhirnya saya memutuskan sholat istikharah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun