Mohon tunggu...
andi sukaria
andi sukaria Mohon Tunggu...

oke selalu

Selanjutnya

Tutup

Politik

Presiden Dengarkanlah

6 April 2015   12:26 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:29 65 0 0 Mohon Tunggu...

Melihat pekembangan politik dan ekonomi negriku rasanya ingin nangis dimana pemerintah sudah tidak ada waktu lagi untuk memikirkan rakyat pemerintah disibukan dengan hiruk pikuk politik yang tidak berkesudahan.Dari pemilihan Kapolri menimbulkan cicak buaya jilid sekian,kisruh partai PPP dan golkar,kenaikan DP kendaraan pejabat mungkin ada lagi yang selanjutnya.

Pemerintah membuat kebijakan mencabut subsidi BBM dimana kebijakan tersebut tidak populer atau yang kita bilang tidak pro rakyat,penulis berpendapat mencabut subsidi BBM adalah kebijakan yang tepatdikarenakan yang menikmati adalah kalangan menengah keatas yang mempuyai kendaraan roda empat,dari kebijakan tersbut pmerintah haruslah sangat tau apa dampak dari pencabutan subsidi tersebut yaitu kenaikan harga bahan pokok dan barang lainnya.

Seharusnya pemerintah sudah meyiapkan strategi dalam mengantisipasi kenaikan tersebut dengan sangat matang sehingga rakyat kecil tidak merasakan dampak dari pencabutan subsidi BBM,disini penulis hanya memberikan masukan dalam menstabilkan harga bahan pokok,pemirintah harus lah mempuyai perwakilan khusus untuk didaerah penghasil bahan pokok yang mana pemerintah haruslah membeli langsung dari petani dan memasarkan langsung,jadi bukan tengkulak yang membeli dengan harga murah jual dengan harga semaunya.

Rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik diatas daya 1300 kva adalah kebijakan yang harus dipikir ulang,memang penulis mengetahui mayoritas pembangkit di Negara kita menggunakan bahan bakar solar itulah yang menjadikan alas an menaikan tarif dasar listrik,untuk hal ini pemerintah harus memikirkan bagaimana membangun pembangkit tenaga yang tidak menggunakan fosil,bukan menarik subsidi nya tetapi membangun pembangkitnya,mahalnya biaya produksi listrik kan bukan salah rakyat tetapi pemerintah yang membangun, bukan nya menaiki harga dulu baru bangun tetapi bangun dulu pembangkit yang produksinya murah baru disesuaikan harganya itu yang benar.

Kenapa penulis tidak setuju untuk kenaikan harga TDL 1300 keatas dikarenakan penulis menganalisa bahwa masyrakat bawah pun sdh menggunakan daya 1300 dikarenakan seperti TV,KULKAS,MECIG JAR,PEYEDOT AIR hampir semuanya menggunakan, kalau alat tersebut saja itu sudah lebih dari daya 900 kva belum lagi lampu dll,menurut penulis ini bukan kebijakn yang tepat.

Penulis hanya mengiatkan pemerintah bekerja haruslah demi kepentingan rakyat,dalam mengambil kebijakan haruslah dipikir dahulu baru dikerjakan bukan dikerjakan dahulu baru berfikir,bukan begitu bukan.

Salam kebersamaan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x