Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Djakarta Lloyd, Karya Anak Bangsa yang Sempat Tenggelam

30 Mei 2020   13:41 Diperbarui: 1 Juni 2020   04:34 852 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Djakarta Lloyd, Karya Anak Bangsa yang Sempat Tenggelam
Kapal Peti Kemas Salah satu armada Djakarta Lloyd (ft. Dok. DL)

Ide sederhana yang menyala adalah gagasan para pejuang bangsa yang menjadi amanah para pendiri PT Djakarta Lloyd (Persero) untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Dengan keberanian dan pengalaman berlayar sejak awal, Djakarta Lloyd didirikan untuk menerobos dominasi asing dalam pelayaran barang niaga.

Pada awal pendiriannya, Djakarta Lloyd yang merupakan aset strategis Bangsa Indonesia dalam hal kemandirian ekonomi dan ketahanan Nasional. Peran Djakarta Lloyd sangat besar bagi pemerintah dan rakyat Indonesia yang baru lima tahun meraih kemerdekaan. Karena menjadi sarana transportasi laut yang melayari seluruh pulau di Nusantara.

Djakarta Lloyd sendiri, didirikan para pejuang yang berasal dari TNI Angkatan Laut, di Tegal, Jawa Tengah pada tanggal 18 Agustus 1950. Kala itu mereka berharap Djakarta Lloyd dapat menjadi perusahaan pelayaran samudera nasional.

Seperti diketahui, Djakarta Lloyd merupakan BUMN dengan sejarah yang berbeda dengan ratusan BUMN lain yang ada di Indonesia. Menjadi spesial karena Djakarta Lloyd bukan BUMN hasil nasionalisasi atau pengambilalihan perusahaan Belanda setelah Indonesia Merdeka. 

Tetapi merupakan BUMN yang lahir dari tangan anak bangsa sendiri, yakni para pejuang kemerdekaan dari TNI Angkatan Laut, di kota kecil Tegal, Jawa Tengah.

"Peran Djakarta Lloyd sangat besar bagi pemerintah dan rakyat Indonesia yang baru lima tahun meraih kemerdekaan. Karena menjadi sarana transportasi laut yang melayari seluruh pulau di Nusantara."

Saat didirikan, Djakarta Lloyd merupakan perusahaan pelayaran samudera pertama yang dimiliki Bangsa Indonesia. Berdasarkan akte pendiriannya No. 83 tanggal 18 Agustus 1950 dengan Notaries Raden Kadiman, nama perusahaan pelayaran ini adalah N.V. Djakarta Llyod. 

Selanjutnya, N.V. Djakarta Lloyd kemudian disahkan dengan ketetapan Menteri Kehakiman sesuai Surat Penetapan No. J.A. S/50115 tanggal 20 Desember 1950. Pimpinan perusahaan ini adalah Mr. Darwis Djamin sebagai direktur utama, Mr. R.S. Budyarto Martoatmodjo, sebagai direktur. Perusahaan ini berkantor di Jalan Pintu Besar Utara Nomor. 18 Jakarta Kota.

Pada awal pendiriannya PT Djakarta Lloyd bermodal dua kapal uap, SS Jakarta Raya dan SS Djatinegara. Modal dua kapal terus berkembang menjadi perusahaan pelayaran yang disegani dan sangat terkenal di dalam dan luar negeri.

Masa jaya Djakarta Lloyd terjadi pada era tahun 1960-an. Saat itu, Djakarta Lloyd belum menjadi Persero, tetapi mampu mengoperasikan 20 unit kapal dengan 31 kantor cabang yang tersebar di 4 benua dan mempunyai pegawai 3.174 orang.

Pada tahun 1960 sampai 1980, Djakarta Lloyd adalah pemimpin sekaligus tulang punggung transportasi laut di Indonesia. Karena pada saat itu, Djakarta Lloyd tidak hanya sebagai operator tetapi juga stabilisator dalam membantu pemerintah. Hal ini terbukti dengan beberapa penugasan pemerintah kepada Djakarta Lloyd dalam memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Di masa jayanya, Djakarta Lloyd memiliki kapal-kapal modern dengan teknologi mutakhir di jamannya. Kebijakan manajemen dan bantuan dari yang mengganti kapal-kapal tua dengan kapal baru buatan Jepang dan Jerman menjadikan Djakarta Lloyd sebagai perusahaan pelayaran yang beraktivitas menggunakan kapal-kapal paling modern di Indonesia. Diantaranya, memiliki armada kapal barang full container dan kapal semi kontainer.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN