Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Menata Transportasi Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu

12 Juni 2019   07:16 Diperbarui: 12 Juni 2019   12:10 0 3 0 Mohon Tunggu...
Menata Transportasi Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu
(Kompas.com/Alsadad Rudi)

Ibu kota Jakarta tidak hanya memiliki wilayah daratan saja, namun juga memiliki wilayah laut dan kepulauan yang jika dibandingkan dengan wilayah daratan Jakarta wilayahnya laut dan kepulauanya lebih luas. 

Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan bagian dari wilayah DKI Jakarta, yang merupakan wilayah kepulauan terdekat dengan Ibu kota. Gubernur Anies Baswedan telah mengubah nama Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu.

Langkah penambahan nama Jakarta agar meskipun wilayahnya terpisah laut, Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu terasa dekat karena sering disebut. Hal yang sering disebut akan menjadi perhatian baik dari internal oleh kalangan DKI maupun eksternal.

Pulau Pramuka (ft. Kab. Kep Seribu)
Pulau Pramuka (ft. Kab. Kep Seribu)
Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu termasuk wilayah tertinggal di DKI Jakarta dibanding wilayah daratan Jakarta. Bidang transportasi, suplai listrik harga pangan dan masalah transportasi sebagai urat nadi perekonomian di Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu masih tertinggal jauh karena pada masa sebelumnya masih kurang mendapat perhatian.

Membangun dan menata Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu tidak terlepas dari membangun transportasi laut sebagai sarana akses utama dari daratan Jakarta menuju ke pulau-pulau di wilayah Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu, baik akses dari Jawa maupun akses antar pulau di Kepulauan Seribu.

Transportasi darat di Ibu Kota Jakarta ada kereta api perkotaan, KRL Jabodetabek. Ada pula LRT dan MRT yang baru saja diresmikan pengoperasianya. Lalu ada pula TransJakarta atau Busway dan Angkot Jaklingko yang seluruh penumpangya disubsidi negara melalui Pemprov DKI Jakarta.

Membandingkan transportasi daratan di Ibu Kota dengan transportasi perairan di wilayah Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu sangat njomplang. Untuk menata persoalan tersebut, saat berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Priok pada angkutan lebaran, Gubernur Anies Baswedan bertemu dengan Dirut PT PELNI (Persero) Insan Purwarisya L. Tobing. 

dermaga di Pulau Kelapa (ft. Panani)
dermaga di Pulau Kelapa (ft. Panani)
Dalam perbincangan di atas KM. Dobonsolo, gubernur menyampaikan niatnya menata transportasi Kepulauan Seribu. BUMN yang paling tepat untuk diajak bermitra tentu saja PT PELNI (Persero) sebagai perusahaan negara yang bergerak dibidang transportasi laut antar pulau di nusantara.

Tak perlu waktu lama, Gubernur DKI Jakarta mengundang Komisaris PT PELNI (Persero) Danang Parikesit dan Direksi PT PELNI (Persero) Insan Purwarisya L. Tobing, Direktur Armda M. Tukul Harsono dan Direktur Usaha Angkutan Penumpang OM. Sodikin serta Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Wisnu Handoko duduk bareng bersama jajaran Pemrov DKI Jakarta yang dipimpin Asisten Perekonomian Pemprov DKI Jakarta Sri Haryati.

Wilayah DKI Jakarta salah satunya Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu, yang juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kota yang dulu bernama Batavia. Ibu Kota Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah administratif, masing-masing Kota Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu, yang wilayahnya berupa laut dan pulau-pulau kecil di utara Jakarta.

Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu yang terdiri 111 pulau dan hanya 11 pulau yang dihuni yaitu Pulau Untung Jawa, Lancang, Pari, Tidung, Pramuka,Panggang, Kelapa, Kelapa Dua, Harapan dan Pulau Sabira. Pulau-pulau kecil tersebut hanya dapat diakes dengan kapal laut saja karena belum tersedia penerbangan dari Jakarta, mungkin jaraknya yang terlalu dekat dengan dengan ibu kota, pesawat tidak efektif.

Selama bertahun-tahun kapal-kapal pelayaran rakyat menjadi transportasi utama dari Jakarta ke Kabupaten Kepulauan Seribu dan transportasi antar pulau-pulau kecil di wilayah tersebut. 

Sedangkan transportasi laut dari Jakarta ke pulau-pulau di Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu, beragam. Ada kapal cepat, kapal rakyat terbuat dari kayu dan 1 kapal perinis negara yang dioperasikan PT PELNI (Persero) sejak November 2016 silam.

Perairan Jakarta juga tak lepas dari ombak, badai dan cuaca yang kadang tidak bersahabat dalam dunia pelayaran. Maklum transportasi laut berbeda dengan transportasi darat yang dapat dilintasi dalam segala cuaca. 

Sedangkan transportasi laut dengan kapal-kapal kecil sangat tergantung dengan kondisi cuaca, karena itu rilis dari BMKG selalu menjadi acuan bagi pelaku pelayaran dari DKI ke Jakarta Kepulauan Seribu atau sebaliknya. 

Bila dalam keadaan aman, transportasi laut di Kepulauan Seribu seolah tak ada masalah, namun jika ada musibah, seluruh ketidaktertiban dan tidak standarnya armada menjadi perbincangan publik dan pemerintah disalahkan. Sadar akan hal tersbut Pemprov DKI Jakarta bersinergi dengan Kemenhub dan BUMN transportasi laut untuk menata trasnportasi Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu.

Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu yang terdiri dari pulau-pulau kecil dihuni sekitar 28.000 jiwa yang tersebar di 11 pulau yang dihuni dengan warga terbanyak dari Pulau Tidung memiliki potensi wisata bahari menawan. Pantai yang indah tak bosan mata memandang.

Indahnya bawah laut dan suasana yang tenang mendorong daerah ini menjadi daerah witasa pilihan sebagian warga Jabodetabek. Bahkan pada tahun 2017, Kepulauan Seribu masuk 10 besar destinasi unggulan Pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

Penetapan Jakarta Kepulauan Seribu menjadi daerah wisata unggulan harus ditindaklanjuti oleh Dinas Periwisata dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menata akses dan pelabuhan di pesisir Jakarta dan menata pelabuhan di pulau-pulau kecil tujuan wisata. 

Hal tersebut untuk mempermudah akses dari dan ke Jakarta Kepulauan Seribu tidak hanya dengan kapal-kapal kecil bermuatan terbatas, namun perlu disiapkan prasarana pelabuhan dan kapal lebih besar, bahkan bisa disandari kapal pesiar dari luar negeri, sehingga kunjungan wisatawan akan terus mengalir ke Jakarta Kepulauan Seribu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2