Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi wiraswasta

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Menjaga agar Jawa Tak Lepas dari PDIP

12 Maret 2018   05:14 Diperbarui: 12 Maret 2018   06:01 385 0 0

KPU telah  menetapkan tanggal 27 Juni 2018 sebagai hari  pencoblosan   Pilkada Serentak 2018. Pilkada akan diselenggarakan  di  171 daerah akan  memilih  17 gubernur 39 walikota dan 115 bupati yang mengikuti Pilkada  2018. Tahapan Pilkada serentak 2018  telah  dimulai sejak  Agustus 2017 lalu.  Para calon gubernur, bupati dan walikota telah ditetapkan KPU atas usul  dari  partai pengusung, dan saat ini telah memasuki tahap debat antar  calon di TV.

Pilkada serentak tahun 2018 jumlah daerahnya  lebih banyak  daripada  Pilkada 2017. Sebanyak 171 daerah akan memilih calon pempimpin pada  ajang pemilihan kepala daerah tahun 2018 ini. Dari 171 daerah tersebut, terdiri 17 provinsi, 39 kota, dan 115  kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. 3 daerah ada Jawa  dengan penduduk terpadat dan merupakan mayoritas penduduk di Indonesia  ini  akan memilih gubernur, antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa  Timur.

Sedangkan provinsi di luar Jawa yang akan memilih pemimpin baru diantaranya;

Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, Nusa Tenggara  Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi  Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua dan Maluku Utara.

Jawa minus Banten yang sudah Pilkada 2017, PDIP kehilangan kekuasaan.  Rano Karno sebagai incumben dan jagoan parta berlambang moncong kerbau  itu takluk di tangan Golkar dan kualisinya.

Harapan menguasai Jawa masih ada 3 provinsi penting, Jawa Tengah sebagai  basis PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai incumben. Jawa Timur PDIP  menyodorkan Saefullah Yusuf dan Puti yang masih keluarga  Megawati  sebagai calon gubernur. Sedangkan di Jabar PDIP mengusung Ridwan Kamil.

Suara di Jawa menetukan arah politik di 2018 mendatang. Karenanya PDIP  yang telah menetapkan Jokowi sebagai Capres 2019 berjuang sekuat tenaga  agar kekuasaan di ganah Jawa tidak lepas ke partai pesaing. Jangan  sampai Pilkada Banten dan DKI Jakarta yang sudah lepas dari PDIP  terulang di Pilkada 2018 ini.

Persaingan di Jatim  dan Jateng yang menempatkan 2 pasang cagub  diperkirakan akan seru dan dipastikan Pilkada hanya 1 putaran, karena  itu mesin partai terus bergerak di berbagai level. Hal ini untuk  mengantisipasi terulangnya jagoan PDIP yang keok di Pilkada DKI dan  Banten. Meskipun jagoan mereka memiliki elektablitas tinggi, hal itu  belum menjamin jagoanya memenangi Pilkada. Pemilih yang cenderung ingin  memilih pemimpin baru perlu diwaspadai.

Pemilih kaum wanita yang tergabung dalam organisasi Muslimat di Jateng dan Jatim akan menjadi kekuatan bagi calon pasangan wanita. Jateng dan Jatim memiliki basisi kekuatan anggota muslimat terbanyak di negeri ini. PDIP mesti melihat potensi ini dari ancaman agar menjadi pemilih jagoanya. Muslimat tak dapat dipandang sebelah mata, mereka mesti dirangkul.

Pilkada serentak menjadikan Parpol sebagai mesin penggodokan calon  pemimpin bangsa seolah kehabisan stok pada pengkaderan, hal ini menjadi  PR bagi Parpol sebagai wadah keberlangsungan demokrasi. Pilkada serentak  tidak hanya memilih gubernur,walikota dan bupati juga berlangsung  bersamaan.

Untuk pemilihan walikota 39 kita  terdiri; Kota Serang, Kota Tangerang,  Kota Bengkulu, Kota Gorontalo, Kota Jambi, Kota Bekasi, Kota Cirebon,  Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Tegal, Kota  Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota  Pontianak, Kota Palangkaraya, Kota Tarakan, Kota Pangkal Pinang, Kota  Tanjung Pinang, Kota Tual, Kota Subulussalam, Kota Bima, Kota Palopo

, Kota Parepare, Kota Makassar, Kota Bau-bau, Kota Kotamobagu, Kota  Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Padang, Kota  Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kota Palembang, Kota  Padang Sidempuan.

Terakhir untuk pemilihan 115  bupati terdiri Kabupaten; Kab Aceh Selatan, Kab Pidie Jaya, Kab Padang Lawas Utara, Kab Batu Bara, Kab Padang Lawas,  Kab Langkat, Kab Deli Serdang, Kab Tapanuli Utara, Kab Dairi, Kab  Indragiri Hilir, Kab Merangin, Kab Kerinci, Kab Muara Enim, Kab Empat  Lawang, Kab Banyuasin, Kab Lahat, Kab Ogan Komering Ilir, Kab Tanggamus,  Kab Lampung Utara, Kab Bangka, Kab Belitung, Kab Purwakarta , Kab Bandung Barat, Kab Sumedang, Kab Kuningan, Kab Majalengka, Kab  Subang, Kab Bogor, Kab Garut, Kab Cirebon, Kab Ciamis, Kab Banyumas, Kab Temanggung, Kab Kudus, Kab Karanganyar, Kab Tegal, Kab Magelang, Kab  Probolinggo, Kab Sampang, Kab Bangkalan, Kab Bojonegoro, Kab Nganjuk,  Kab Pamekasan, Kab Tulungagung, Kab Pasuruan, Kab Magetan, Kab Madiun,  Kab Lumajang, Kab Bondowoso, Kab Jombang, Kab Tangerang, Kab Lebak, Kab  Gianyar, Kab Klungkung, Kab Lombok Timur, Kab Lombok Barat, Kab Sikka,  Kab Sumba Tengah, Kab Nagekeo, Kab Rote Ndao, Kab Manggarai Timur, Kab  Timor Tengah Selatan, Kab Alor, Kab Kupang, Kab Ende, Kab Sumba Barat  Daya, Kab, Kayong Utara, Kab Sanggau, Kab Kubu Raya, Kab Pontianak, Kab  Kapuas, Kab Sukamara, Kab Lamandau, Kab Seruyan, Kab Katingan, Kab  Pulang Pisau, Kab Murung Raya, Kab Barito Timur, Kab Barito Utara, Kab  Gunung Mas, Kab Barito Kuala, Kab Tapin, Kab Hulu Sungai Selatan, Kab  Tanah Laut, Kab Tabalong, Kab Panajam Pasut, Kab Minahasa, Kab Bolmong  Utara, Kab Sitaro, Kab Minahasa Tenggara, Kab Kep Talaud, Kab Morowali,  Kab Parigi Moutong, Kab Donggala, Kab Bone, Kab Sinjai, Kab Bantaeng,  Kab Enrekang, Kab Sidereng Rappang, Kab Jeneponto, Kab Wajo , Kab Luwu,  Kab Pinrang, Kab Kolaka, Kab Gorontalo Utara, Kab Mamasa, Kab Polewali Mandar, Kab Maluku Tenggara, Kab Membramo  Tengah, Kab Paniai, Kab Puncak, Kab Deiyai, Kab Jayawijaya, Kab Biak  Numfor dan Kab Mimika.***