Suhandi Hasan
Suhandi Hasan Freelance

A pluviophile English-Instructor | Lazy-Freelancer

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Menyulut Api Pembangunan, GSC Maluku dan Literasi Digital

14 September 2017   11:30 Diperbarui: 14 September 2017   11:38 650 2 1
Menyulut Api Pembangunan, GSC Maluku dan Literasi Digital
https://www.contohskripsi.indotesis.com/wp-content/uploads/2014/09/sumber-daya-manusia.jpg


Dimanapun itu, termasuk di provinsi Maluku, pembagunan hanya dapat tercapai jika adanya sinergitas dari berbagai pihak --dengan bahu-membahu (baca: berkolaborasi) dapat membentuk masyarakat yang kompetitif. Wajah pembangunan tidak harus ditandai dengan berdirinya gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di tengah kota. Namun, membebaskan masyarakat dari belenggu buta aksara dalah pembangunan yang hakiki.  

Literasi, sampai hari ini, adalah parameter penting dalam mengukur tingkat kemajuan suatau negara. Sebab, sebuah negara dikatakan maju apabila masyarakatnya telah memiliki kemampuan literasi yang baik --yang tidak sekedar melek huruf atau aksara (mampu membaca) namun juga kemampuan untuk membentuk dan menyampaikan ide-ide pembagunan melalui tulisan.

Memahami arti penting literasi di atas, komunitas Kompasianer Amboina mengadakan sebuah blogshop yang bertemakan "Ekspresi Generasi Sehat Dan Cerdas Melalui Sosial Media"pada sabtu (9/11) lalu. Merangkul generasi muda dari berbagai latar belakang,  namun memiliki kemauan dan kemampuan menulis di kompaisana, blogshop ini diharapkan dapat melahirkan aspirasi terkait generasi sehat dan cerdas di Maluku melalui tulisan terkait isu-isu pendidikan dan kesehatan --yang dapat dikonsumsi publik dengan baik serta nantinya menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Blogshop yang bertempat di Kantor Konsultan Konsultan GSC Maluku ini dihelat dengan sederhana namun sarat makna. Paparan materi seperti; Peran Aktif Generasi Muda Dalam Membangun Kesehatan dan Pendidikan Yang Berkualitas di Provinsi Malukuoleh Koordinator Konsultan GSC (Dwijo Darmono) maupun hal ikhwal terkait Jurnalisme warga dan tips menulis dan log in di Kompasiana oleh Pengurus Kompasianer Amboina (Yusnita Tiakoly dan Roesda Leikawa) dapat menjadi suplemen bagi peserta yang hadir dalam rangka kontribusinya nyata membangun maluku yang lebih sehat dan lebih cerdas.

21430145-10210134859144038-6653880260051845545-n-59b7b576085ea65b3e3d7f53-59ba05589a78f137061c84a2.jpg
21430145-10210134859144038-6653880260051845545-n-59b7b576085ea65b3e3d7f53-59ba05589a78f137061c84a2.jpg
Selain blogger, turut hadir juga pelaku GSC (Generasi Sehat dan Cerdas) provinsi Maluku. GSC sendiri merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) --yang sejak 2015 menjadi rujukan pembangunan bagi negera-negara di dunia ketiga (baca: Negara Berkembang). GSC Maluku sendiri sejak tahun 2012 telah ada di tiga kabupaten di Maluku yakni; Malteng, Malra dan MTB. Dalam pelaksanaannya, Dengan fokus pada perluasan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Menggerakan dan mendorong masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan penidikan menengah.

Kerjasama GSC Maluku dan Kompasianer Ambiona ini juga untuk membumikan literasi digital di Maluku. Seiring semakin majunya zaman, hampir segala aspek dalam proses kegiatannya tak terlepas dari balutan teknologi moderen yang berbasis ICT (Information Communication and Technology), termasuk dalam menyampaikan aspirasi terkait pendidikan dan kesehatan di Maluku. Literasi digital sendiri selalu diidentikan dengan kemampuan untuk membaca dan menulis dan berhubungan dengan informasi dengan menggunakan teknologi yang ada. Dewasa ini smartphone dan komputer adalah media yang bisa dioptimalisasikan.

Pelatihan mengelolah kompasiana adalah salah satu bentuk literasi digital yang coba disampaikan oleh Kompasianer Amboina. Kompasiana.com sebagai salah media online yang terkenal dengan jurnalisme warga. Dimana masyarakat (siapa saja yang memilki akun pada Kompasiana) boleh menuliskan artikel tentang apa saja (asalkan sesuai dengan kebijakan yang dibuat Kompasiana).

Sebagai media online yang memberikan kelengkapan informasi, Kompasiana memberikan kesempatan bagi para jurnalis warga (netizen journalism) untuk menyampaikan informasi dan menulis berita --yang dibaca publik. Secara tidak langsung kompasiana dapat meningkatkan kemampuan menulis masyarakat, terutam warga yang bukan jurnalis profesioanal. Sehingga jika seorang juranlis professional memuat sebuah berita dan ternyata berita itu belum lengkap, mungkin saja ada jurnalis warga yang memilki informasi seputar isu yang sama sehingga bisa saling melengkapi.