Mohon tunggu...
su gita
su gita Mohon Tunggu... Guru - Menulis merupakan bagian hidup

Keinginan jadi penulis sejak masih muda tetapi terkendala informasi dan literatur

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis

Ternyata Ini Penyebab Pebulu Tangkis Indonesia Mendapat Perlawanan Ketat dari Negara Lain di Olimpiade Tokyo 2020

3 Agustus 2021   17:00 Diperbarui: 3 Agustus 2021   19:15 95 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ternyata Ini Penyebab Pebulu Tangkis Indonesia Mendapat Perlawanan Ketat dari Negara Lain di Olimpiade Tokyo 2020
liputan6.com

Meningkatnya Persaingan bulu tangkis di tingkat dunia ternyata diikuti dengan adanya peningkatan kemampuan para pebulu tangkis  dalam cabor tersebut. Meningkatnya cabor bulutangkis  tingkat dunia tersebut  dipengaruhi adanya pelatih yang membina para pemain di negara -negara tersebut. Ternyata pelatih -pelatih pebulu tangkis tersebut merupakan mantan pemain bulutangkis Indonesia yang sekarang di kontrak oleh negara -negara di benua Eropa , benua Asia maupun di benua Amerika.

Para mantan pebulu tangkis yang berasal dari Indonesia tersebut kini menjadi pelatih di beberapa negara diantaranya ;

1. Flandy ,beberapa tahun lalu sukses menjadi pelatih di India ,setelah itu dilirik malaysia  menjadi pelatih di negara tersebut .

2. Muamar Qadafi berasal dari solo menjadi pelatih di Guatemala (Amerika selatan).

3.Rexi Mainaky  pernah menjadi melatih di Inggris setelah itu melatih di Malaysia dan sekarang menjadi pelatih di Thailand .

 4.Riony Mainaky pernah menjadi pelatih di Jepang.

5. Mulyo Handoyo pernah melatih di India sekarang menjadi pelatih di Singapura .

6. Hendrawan ,hampir sepuluh tahun lebih melatih di Malaysia

Sehingga wajar jika trik permainan relatif mirip walaupun tidak sama persis tergantung dari polesan dari para pelatih dan fisik para pemainnya.

Setiap warga negara ber hak untuk mengembangkan ilmunya dimanapun tempatnya untuk mendapatkan penghidupan yang layak,bahkan ini merupakan langkah baru untuk menjadikan bulu tangkis sebagai Olahraga yang membudaya di tingkat Dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN