Mohon tunggu...
Suartini Iklima
Suartini Iklima Mohon Tunggu... Guru - Guru

Tipe Guru pada umumnya tetapi senang dengan perubahan dan inovasi baru. Walau usia bukan muda lagi tetapi semangat belajar dari berbagai media dan orang sekitar.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Jangan Lupa Bahagia

18 November 2022   12:11 Diperbarui: 18 November 2022   12:24 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Artikel ini ditulis dua hari yang lalu ketika melihat anak bungsu saya tertawa sehingga menjadi inspirasi menulis dan juga seringnya saya mengingat kata yang penuh makna dari fasilitator CGP saya yaitu Iman Jayadi "Jangan Lupa Bahagia" dalam bahasa Sasak Beliau mengatakan di WAG "Ndaq Lupaq Bahagie".

Rutinitas padat menghampiri perjalanan sebagai seorang manusia yang tidak bisa hidup sendiri membutuhkan orang lain dalam menjalani perjalanan kehidupan yang penuh lika likunya. Tak jarang aral kadang menghampiri. Suka duka kadang datang silih berganti. .

Setiap manusia pasti ingin menjalani kehidupan dengan selalu bahagia tapi kadang kala yang diinginkan tidak sesuai harapan. Tidak perlu patah semangat karena itu akan menjadi warna kehidupan kita untuk selalu bersyukur.

Ketika melihat anak kecil yang dengan gampang dan mudahnya tertawa oleh hal sepele yang menurut kita sangat ringan dan sepertinya tidak lucu. Mereka bisa tertawa lepas dengan kebahagiaan kecil.

Kita sebagai orang dewasa perlu belajar dari filosofi anak kecil dengan mensyukuri segala rahmat dan karunianya. Bagi kita kebahagiaan tidak akan sama jika diukur oleh orang lain. Kapasitas bahagia kita berbeda-beda tapi mari kita syukuri tanpa harus meminta yang lebih besar lagi akan karunia yang sudah diberikan.

Nikmati saja setiap perjalanan kehidupan karena semua tidak akan dapat terulang kembali. Ketika kita sedang terpuruk mari kita segera mencari solusinya atau biarkan saja semua mengalir seperti akhir, dengan berlalunya waktu semua akan kembali normal dan setelah itu mari petik hikmah dari ujian yang kita hadapi.

Saat kita terpuruk, mungkin kita sering menyalahkan orang lain tetapi mulailah sekarang dengan belajar menerima segalanya dengan ikhlas dan lapang dada. Percayalah kita pasti kuat menghadapinya. Badai pasti berlalu.

Kita sering melihat dan mendengar cerita tentang kehidupan seseorang yang penuh cobaan. Marilah kita buka fikiran kita bahwa orang lain mampu lalui semua cobaan itu, lalu mengapa kita tidak? Motivasi diri yang perlu kita punya agar kita bisa kuat menjalani segala cobaan yang kita hadapi.

Sharing dengan orang juga perlu kita lakukan tetapi dengan orang yang dapat kita percaya. Mungkin ketika kita mendapat masalah, otak kita buntu, tak bisa jernih berfikir, dengan sharing ke sahabat atau orang lain kita akan dapat dibantu mencarikan solusinya tetapi ketika orang tidak dapat mencarikan solusi, bisa saja dengan sharing hati dan perasaan kita akan lebih lega lagi.

Jernihkan hati dan fikiran agar kita mampu memcari solusi dalam masalah yang kita hadapi. Tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan. Pertimbangkan akan hal baik dan buruknya jika kita akan mengambil langkah yang akan kita tempuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun