Mohon tunggu...
Mr. Santuso
Mr. Santuso Mohon Tunggu... penulis di mistertuso.blogspot.com | pengajar bahasa Indonesia

✔️Blog Berbagi Inspirasi dan Informasi ✔️Penulis, Linguis, Jurnalis, Aktivis, dan Pengajar Ideologis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Silaturahmi, Silaturahim, dan Silah-ukhuwah; Mana yang Benar?

8 Desember 2020   10:19 Diperbarui: 8 Desember 2020   10:39 195 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Silaturahmi, Silaturahim, dan Silah-ukhuwah; Mana yang Benar?
diedit dari kabarkampus.com

Silaturahmi atau Silaturahim?

Kata "silaturahmi" sepertinya sudah menjadi akrab atau familiar di telinga kita. Pasalnya, kata serapan tersebut sudah biasa digunakan untuk menyatakan suatu aktivitas berkunjung ke rumah seseorang atau menjalin hubungan keakraban dengan seseorang. Namun, jika kita telusuri dari bahasa asalnya, ternyata kata yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia tersebut menjadi salah kaprah.

Kata "silaturahmi"adalah kata serapan dari bahasa Arab. Namun, proses penyerapan kata tersebut untuk dijadikan kata dalam bahasa Indonesia ternyata telah mengalami perubahan dari segi leksikal.  

Penulis mendapati beberapa kata atau istilah serapan dari bahasa Arab yang menjadi bahasa Indonesia mengalami perubahan, umumnya perubahan dalam segi semantik. Perubahan tersebut umumnya berupa:

1) penyempitan makna seperti kata 'ustad' yang kini lebih banyak dipakai hanya untuk guru yang mengajar pendidikan agama

2) perluasan makna (ambigu) seperti kata 'muhrim'. Dalam KBBI, muhrim bermakna ganda, yaitu a) orang yang sedang mengerjakan ihram; dan b) orang yang tidak boleh dinikahi karena keluarga dekat. Padahal definisi yang benar sesuai dengan bahasa asalnya ialah definisi yang kedua.

3) perubahan makna yang berbeda jauh sehingga tidak sama lagi maknanya seperti dalam bahasa asalnya, misalnya kata 'mubazir' (kata ini sudah penulis bahas pada postingan sebelumnya)

Adapun kata "silaturahmi" mengalami perubahan dalam segi leksikal. Kita tidak akan menemui kata tersebut dalam kamus bahasa Arab. Sebab, kata yang benar adalah "silaturahim". Jadi, sekarang kita ubah ya. Bukan silaturahmi, tapi silaturahim.

Silaturahim dan Silah-ukhuwah

Penulis juga dapati beberapa orang menggunakan kata silaturahim untuk menyatakan suatu aktivitas menjalin tali persaudaraan kepada semua orang, baik itu saudara jauh, tetangga, teman, kenalan, dan sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN