Mohon tunggu...
Dhimas Afihandarin
Dhimas Afihandarin Mohon Tunggu... Mahasiswa

Hmm masih pengangguran. Mencoba bertahan hidup dengan freelancing dan terus kirim CV.

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Menerawang Kadar Kemampuan "Siluman" KFX

24 Maret 2018   01:25 Diperbarui: 24 Maret 2018   01:38 0 1 1 Mohon Tunggu...
Menerawang Kadar Kemampuan "Siluman" KFX
dokpri

                                                                                                                                           KFX-konfigurasi C-107

Selayang pandang mengenai KFX

Salah satu proyek kerjasama terhangat di negara kita ini adalah program kerjasama dengan Korea Selatan dalam pembuatan pesawat tempur KF/IF-X.

Hasil akhir dari proyek ini nanti adalah pesawat tempur dengan kemampuan diatas F-16 namun dibawah F-35JSF.  Korea Selatan memproyeksikan KF-X sebagai pengganti dari pesawat F-5 dan F-4 yang mereka milik, sementara Indonesia memproyeksikan KF-X kurang lebih sebagai bakal pengganti Hawk (karena itu TNI relatif "santai" kan Hawk umurnya masih lama). 

Seperti halnya proyek pesawat tempur lain, KFX dirundung banyak kontroversi mulai dari yang kecil dari warganet Jepang, ditolaknya transfer teknologi kunci oleh Amerika Serikat hingga yang baru baru ini kita LUPA menganggarkan pembayaran untuk pengembangan KFX.  Saya sendiri sangat percaya dengan kemampuan finansial kita dan manajemen Ibu Sri Mulyani lalu diplomasi kita waktu kunjungan presiden Korea Selatan. Memang negara kita tidak kaya tapi ya tidak miskin-miskin amat, butuh manajemen yang baik terutama untuk pengadaan TNI. 

Indonesia sendiri sangat berkomitmen untuk KFX, terlihat dengan dibangunnya fasilitas hanggar manufaktur dan pengembangan. Fasilitas pengembangannya sendiri untuk saat ini setahu saya masih relatif kosong, ada bagian yang digunakan untuk mengembangkan N-219. Bangunan litbang KFX sendiri sudah memiliki server yang terhubung langsung ke Korea Selatan.  

Dari segi SDM, tidak main-main dimana kita mengirimkan ilmuwan kita ke Korea Selatan untuk turut serta dalam pengembangan KFX. Calon pilot uji KFX sendiri sudah disiapkan dan dididik di ITB untuk mendapatkan gelar Master. 

Dari proyek KFX nanti tentu saya mengharapkan kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat lalu kita bisa bekerjasama lebih lanjut untuk pada akhirnya membuat pesawat tempur sendiri. Dalam segi performa sendiri saya memandang KFX merupakan lompatan untuk TNI-AU terutama dalam hal pengoperasian pesawat dengan fitur RCS (Radar Cross Section) yang rendah.   

Untuk performa aerodinamis,KFX relatif sepadan dengan F/A-18E milik Jiran kita di Selatan. KFX bersama dengan F-16 akan mengemban misi patroli dan penegakan kedaulatan udara sementara Su-35 berperan sebagai pesawat dominasi udara atau operasi khusus yaitu penghancuran aset C4ISR lawan seperti AWACS, pesawat pernika dan tanker.  Sebaliknya untuk misi khusus seperti penghancuran rudal jelajah, Su-35 ditempatkan sebagai payung terdepan sementara F-16 dan KFX berada di belakang untuk menghadang rudal jelajah yang lolos dari sergapan Sukhoi. 

Selayang pandang mengenai stealth dan prediksinya

Pokok bahasan mengenai stealth/Siluman atau  pengurangan emisi (signature reduction) Sifatnya adalah multidisipliner mengingat banyaknya "tanda-tanda" atau emisi yang bisa dikeluarkan oleh sebuah pesawat, dalam tulisan ini saya akan berkonsentrasi pada satu emisi utama yaitu RCS atau "Radar Cross Section". RCS sendiri kurang lebih merupakan energi atau daya yang dipantulkan kembali oleh sebuah sasaran yang terkena gelombang radar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
KONTEN MENARIK LAINNYA
x