Mohon tunggu...
fanky christian
fanky christian Mohon Tunggu... Full Time Blogger - IT Specialist, DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, ICT4CC, 521Indonesia

IT Specialist, khususnya infrastruktur, aktif di beberapa Asosiasi IT, suka mengajar dan menulis, fokus kepada IT , enterpreneurship, content marketing. Mengembangkan Daya Cipta Mandiri Group, EventCerdas, 521Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Cara Baru Bekerja - New Way of Working: All About Budget

3 September 2022   18:13 Diperbarui: 3 September 2022   18:26 140 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
5 Kendala Digital Transformation (koleksi pribadi)

Dalam perjalanan transformasi Kemenkeu, ada poin terakhir yang diangkat, terkait dengan dana dan anggaran. Dalam pelaksanaan transformasi digital hal ini juga tidak bisa dianggap remeh. 

Saya merasakan sendiri, dalam perusahaan kecil pun, penggunaan anggaran menjadi sangat penting. Karena ternyata, banyak yang kita gunakan tidak untuk seharusnya. Mari kita telaah caranya.

Pertama, efisiensi yang sudah ada. Bila sekarang anda telah memiliki sistem komputer yang rumit, dengan penggunaan daya listrik tinggi di ruang server atau data center, maka segera pelajari virtual machine. Coba cek server-server anda berapa utilisasi CPU nya, berapa sisa harddisknya. Bila ternyata di bawah 10% penggunaan CPU, dan harddisk masih lega, maka konversikan ke mesin virtual (virtual machine). 

Bila ternyata aplikasi dan sistem yang ada sekarang masih belum bisa diakses menggunakan web, maka segera konversi atau ganti yang bisa diakses dengan web. Bila aplikasi anda sangat tidak bisa digantikan, maka bisa gunakan remote application seperti TSPLUS. 

Coba cek sekarang di sisi user. Apakah sebagian besar masih menggunakan komputer desktop dengan daya tinggi ? Segera ganti dengan laptop. Bila mau tetap pakai model seperti desktop, bisa beralih ke teknologi zero client seperti VCLOUDPOINT, hanya 5 watt untuk perangkatnya. Bila tetap gunakan zero client, maka total daya menjadi : perangkat 5 watt, layar lcd 20 watt, maka 1 user hanya perlu 20 watt saja, hampir mirip dengan laptop yang rata-rata 25 watt. 

Kedua, refokus anggaran. Seringkali dalam awal tahun, kita berencana melakukan banyak hal, dan ternyata setelah pandemi datang, kita berubah. Kita berpikir keras, bagaimana bisa tetap jalan, tapi dalam kondisi di tengah pandemi. Maka banyak terjadi refokus anggaran. Dana digunakan untuk mendukung kegiatan yang bisa dilakukan di kondisi pandemi. 

Salah satu bentuk refokus anggaran di awal pandemi, adalah pembelian laptop, dan IT infrastruktur pendukung agar bisa memastikan sistem, aplikasi dapat tetap berjalan dan diakses dari rumah. Tapi terjadi keanehan. Koneksi Internet kantor yang besar, tidak diakses dari dalam kantor, tapi kebanyakan dari luar kantor masuk ke kantor. Maka banyak perusahaan dan instansi beralih ke teknologi cloud. 

Mereka memindahkan server-server fisik mereka, dimigrasi ke cloud. Bila anda belum siap, maka minimal gunakan backup di cloud. Sehingga file anda dapat diakses dari mana saja. Ini dikenal juga sebagai Cloud Storage, atau Object Storage. 

Dengan cara ini, perusahaan dan instansi menghemat luar biasa. Tidak harus menggunakan server fisik, bisa gunakan cloud, tapi pastikan server cloud anda ada di Indonesia ya.  Salah satu provider object storage diantaranya ZETTAGRID, dan LINODE yang bisa membantu anda memfokuskan anggaran anda.

Bila kita membongkar report dari AIBP terkait 5 kendala digiral transformasi di Indonesia, maka muncullah hal terkait

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan