Mohon tunggu...
fanky christian
fanky christian Mohon Tunggu... Full Time Blogger - IT Specialist, DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, ICT4CC

IT Specialist, khususnya infrastruktur, aktif di beberapa Asosiasi IT, suka mengajar dan menulis, fokus kepada IT , enterpreneurship, content marketing. Mengembangkan DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, SehatCerdas.id dan ICT4CC.id

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

ICT for Climate Change: Kerja Remote

15 September 2021   08:56 Diperbarui: 15 September 2021   09:01 53 3 0 Mohon Tunggu...

Salah satu cara untuk bisa menekan dan mendukung pencegahan perubahan iklim adalah bekerja secara remote. Dan bekerja secara remote ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan bahan bakar untuk bekerja. 

Rata-rata berapa lama anda menghabiskan waktu di kendaraan ? Kemungkinan 30-60 menit, terutama di kota-kota besar Indonesia. Belum lagi bila anda berpergian dari satu tempat ke tempat lain. Saya dulu ingat hingga ada 7 meeting sehari, di berbagai tempat, yang kebanyakan cafe dan mal. Sekarang ? Hanya satu minggu sekali.

Apa yang berbeda ? Karena sekarang ini sebagian besar pekerjaannya dilakukan secara remote. Bagaimana memulainya?

Memang tidak semua pekerjaan bisa dilakukan secara remote, tapi jenis pekerjaan yang sangat menggunakan komputer sangat mungkin dilakukan kerja secara remote. 

Pertama, pastikan laptop dan komputer bisa digunakan dengan baik. Banyak yang menggunakan laptop seadanya, tapi jadinya menghambat kerja kita. Minimal anda harus menggunakan laptop memori 4GB, harddisk 128GB bila menggunakan laptop berbasis Windows. Bila menggunakan chromebook seperti saya, juga minimal memori 4GB dan harddisk 64GB. 

Kedua, pastikan ada koneksi Internet. Apapun caranya, tetap kerja remote akan perlu akses koneksi ke lokasi data anda berada, dan ini perlu koneksi Internet. Mungkin ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan secara offline dulu, setelah itu mengupdate nya akan tetap perlu koneksi Internet. 

Cara paling mudah memang menggunakan thetering dari smartphone, tapi ini tidak bagus. Karena smartphone memang bukan untuk koneksi sharing internet, atau internet router, sehingga smartphone akan lebih cepat panas dan kerja baterai akan terpakai cepat habis. Ada cara lain, menggunakan koneksi Internet dengan koneksi permanen, misal Indihome, Biznet, Firstmedia yang semuanya berbasis koneksi fiber optik. 

Ketiga, koneksi sharing. Karena telah memiliki koneksi internet , maka kerja remote jadi lebih mudah. Tapi ternyata kerja di rumah tidak hanya kita, anak-anak juga belajar dari rumah. 

Maka harus melakukan sharing koneksi dan mau tidak mau harus menggunakan wireless access point (wifi WAP). Gunakan WAP yang bagus, untuk mendukung koneksi. Rata-rata 1 orang akan memakan dua koneksi, yaitu laptop dan smartphone nya, belum lagi device yang lain. Maka pastikan WAP anda mendukung minimal 25 koneksi bersamaan. 

Keempat, gunakan video. Tetap dalam bekerja, kita akan perlu komunikasi. Maka penggunaan komunikasi via suara (telepon), atau sekarang whatsapp call, dan whatsapp video menjadi hal yang umum. Kerja akan tetap perlu hal ini, maka bisa gunakan video conference juga bila koneksi lebih dari 5 orang. Whatsapp video sendiri mendukung hingga 8 orang bersamaan, tapi sekarang ini orang lebih banyak menggunakan Zoom , Teams, Skype atau Webex bila ingin berkomunikasi dalam urusan perusahaan. 

Dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi diatas, maka kita semua bisa bekerja secara remote , dan tentu mendukung pencegahan dan pengurangan perubahan iklim yang terjadi saat ini. Tunggu apa lagi ?

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x