Mohon tunggu...
fanky christian
fanky christian Mohon Tunggu... Full Time Blogger - IT Specialist, DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, ICT4CC

IT Specialist, khususnya infrastruktur, aktif di beberapa Asosiasi IT, suka mengajar dan menulis, fokus kepada IT , enterpreneurship, content marketing. Mengembangkan DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, SehatCerdas.id dan ICT4CC.id

Selanjutnya

Tutup

Digital

TV Sekarang dalam Genggaman

16 Juli 2021   10:40 Diperbarui: 16 Juli 2021   19:30 42 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
TV Sekarang dalam Genggaman
Menonton SAPA PAGI via Tablet setiap pagi - Koleksi Pribadi

Apa yang mulai berubah selama masa pandemi ? Cara kita menonton TV. 

Pemerintah kita sedang menggalakkan agar semua orang beralih ke TV Digital. Dan ini tidak mudah, karena sebagian besar konsumen pengguna TV analog harus melakukan upgrade TV mereka, atau menggunakan konverter yang membantu bisa menangkap sinyal TV digital. 

Tapi apakah ini efektif di tengah pandemi, keperluan untuk mengganti TV tentu bukan jadi kebutuhan utama saat ini, karena sekarang yang terjadi adalah TV mungkin hanya diakses untuk melihat berita bagi kalangan umur tertentu. Segmen lainnya adalah ibu rumah tangga yang setia menonton beragam film berseri di semua kanal TV yang ada. 

Saya sendiri mengakses TV hanya untuk menonton berita dan film berseri di kanal berlangganan. Lainnya saya menonton semua nya di tangan saya sendiri, apa itu? Youtube TV

Sebagian besar anak muda, milenial dan GenZ sekarang mengakses youtube, bisa hingga 8 jam sehari, karena sebagian besar mereka berada di rumah. Tidak heran, kebutuhan bandwidth Indonesia mendadak melonjak naik semasa pandemi. 

Saya sendiri mengakses TV berita dan lainnya sebagian besar mengakses youtube. Setidaknya 3 jam sehari menonton dan mengikuti berbagai webinar via youtube, selain paralel device dengan e-meeting seperti Zoom dan Google Meet. 

Jadi memang saat ini, kita mengalami shifting cara kita menonton TV. Sebagian kalangan 30+ masih mengakses TV yang mungkin 50% masih TV Analog di seluruh Indonesia. Tapi yang lebih muda, mereka sangat jarang menonton TV. Mereka mengakses ke youtube dan berbagai kanal video lainnya. 

Apakah ini akan menyulitkan proses migrasi ke TV Digital ? Seharusnya tidak, tapi jelas membuat sebagian besar pengguna akan lebih cenderung mengakses TV dalam genggaman, yang hanya perlu smartphone dan youtube. Pilihan lain adalah mengganti TV digital yang harganya juga semakin ramah di kantong saat ini. 

TV dalam genggaman sudah menjadi hal yang umum saat ini, saya sendiri pun menikmatinya sambil menikmati kopi dan bacaan pagi. Tetap sehat dan semangat semua.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN