Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Sejatinya Tabung Elpiji Tak Pernah Meledak

12 Oktober 2018   15:09 Diperbarui: 15 Oktober 2018   16:56 2054 61 37
Sejatinya Tabung Elpiji Tak Pernah Meledak
Ilustrasi : ekonomi.kompas.com

Gagal paham! Maraknya pemberitaan kebakaran akibat ledakkan tabung gas elpiji ternyata salah kaprah. Pasalnya, pemahaman tentang risiko dan pernak-pernik bahaya salah perlakuan pemakaian gas elpiji belum tersosialisasikan dengan baik.

Modifikasi kasat bau, telah dilakukan karena sifat gas elpiji yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak terlihat. Penambahan zat merkaptan pada gas elpiji, dimaksudkan untuk keamanan dengan sifat bau khas-nya, agar segera dapat dikenali bila ada kebocoran atau pelepasan gas.

Selain itu, sifat lain yang perlu diperhatikan adalah berat jenisnya yang lebih ringan dari udara. Dampaknya, bila ada gas elpiji yang tercecer di luar tabung, akan diam mengendap di bagian bawah lantai, ruang tertutup penyimpanan tabung atau celah-celah di bawah kompor.

Selama tidak ada lubang ventilasi atau udara yang bersirkulasi, maka dapat dipastikan bahwa gas elpiji akan diam di tempat. Terperangkap dalam lapisan setebal banyaknya gas. Bila gas bereaksi dengan senyawa lain disekitar, sesuai prinsip segitiga api, akan berpeluang menimbulkan kebakaran.

Perlu diketahui bahwa kebakaran akibat penggunaan tabung elpiji sebagian besar adalah karena kebocoran pada saluran distribusi gas dari tabung menuju kompor, dan bukan pada tabung elpiji itu sendiri. Yang dimaksudkan dengan saluran distribusi gas, meliputi katup, selang, regulator, dan klem.

Ilustrasi : www.pertamina.com/a. Katup Tabung plus Seal Karet di Bgn. b. Regulator c. Posisi Knop Regulator.
Ilustrasi : www.pertamina.com/a. Katup Tabung plus Seal Karet di Bgn. b. Regulator c. Posisi Knop Regulator.
Katup tabung merupakan bagian atas tabung elpiji, berstandar SNI, tempat keluarnya gas dari tabung yang dilengkapi dengan bantalan seal karet (karet perapat). 

Berbentuk cincin dan biasanya berwarna merah. Seal karet ini pun berstandar SNI, termasuk bagian kritis, karena sering dijumpai rusak (sobek atau bergerigi) dan getas (warna pudar), bahkan ada yang tanpa seal. Bila seal rusak tak layak harus segera diganti baru.

Selang gas merupakan saluran pemindah gas dari tabung ke kompor, terbuat dari bahan khusus berstandar SNI. Pastikan dalam keadaan layak pakai, tidak getas dan bocor maupun sobek (bekas gigitan binatang pengerat, seperti tikus dan lainnya). Selang juga tidak boleh terlipat, tertindih, dan terkena paparan panas.

Regulator, merupakan alat utama distribusi gas dari tabung menuju kompor atau peralatan lainnya. Gunakan regulator berstandar SNI. Pada saat pemasangan regulator, pastikan tidak ada kebocoran. Jika terjadi kebocoran, atau regulator macet, periksalah seal karet pada katup tabung gas. Pastikan pula, posisi regulator tidak miring agar terhubung rapat dengan seal karet.

Pemasangan regulator yang baik adalah saat kita mengunci regulator dengan mudah, tanpa perlu ditekan dengan kencang, dan tidak ada suara desis atau bau gas, setelah regulator dikunci.

Klem merupakan pengunci antara selang dan regulator, dan juga antara selang dan kompor. Saat pemasangan kedua ujung selang (sisi regulator dan sisi kompor) haruslah dipastikan bahwa klem terkunci dengan baik.

Pemicu peluang terjadinya kebakaran adalah keberadaan gas elpiji di area luar tabung. Penyebabnya, bisa berasal dari klem, seal karet, atau selang yang bocor. Bahkan lebih dari itu, mungkin saja ada kebocoran pada katup maupun regulator-nya.

Berkaitan dengan api, dapat didefinisikan sebagai suatu reaksi kimia cepat yang terbentuk dari tiga unsur segitiga api yaitu, panas, udara dan bahan bakar yang dapat menimbulkan atau menghasilkan api.

Ilustrasi : www.pemadamapi.id
Ilustrasi : www.pemadamapi.id
Segitiga api adalah elemen-elemen pendukung terjadinya kebakaran yang terdiri dari tiga unsur yang telah tersedia, yaitu: 1. Panas, dari panas api kompor yang telah ada atau loncatan listrik dari saklar; 2. Bahan bakar, dari gas elpiji; 3. Oksigen, dari udara.

Gas elpiji merupakan nama dagang dari LPG - Liquified Petroleum Gas, dengan komponen utama adalah gas propane (C3H8) dan butane (C4H10) kurang lebih 97 % dan sisanya gas pentane yang dicairkan.

Untuk berlangsungnya suatu pembakaran, diperlukan komponen keempat, yaitu rantai reaksi kimia. Teori ini dikenal sebagai Piramida Api atau Tetrahedron. Bila terjadi peristiwa dimana ketiga elemen yang ada saling bereaksi secara kimiawi, akan dihasilkan nyala api atau pembakaran dan ledakan dahsyat.

Jelaslah bahwa kebakaran akan terjadi bila semua unsur segitiga api telah tersedia plus rantai reaksinya. Menyikap tentang pemahaman ledakkan tabung gas elpiji, nampaknya terpatahkan fakta bahwa tekanan dalam tabung tiga kg hanya 8 Bar sedangkan titik ledak tabung di atas 7000 Bar.

Terungkap dalam sebuah pernyataan, M Roby Hervindo, Unit Manager Communication & CSR, bahwa kasus kebakaran elpiji, tidak pernah ditemukan penyebabnya tabung elpiji yang meledak baik itu bolong atau pecah. Pemahaman keliru, seringkali dibahasakan tabung gas meledak.

"Padahal yang banyak terjadi adalah kebocoran antara tabung dengan regulator. Ini bisa diakibatkan kualitas selang atau regulator yang kurang baik. Tidak hanya itu, pun kondisi dapur yang kurang berventilasi, sehingga ketika gas bocor terjadi penumpukan," simpulan M Roby Hervindo (http://makassar.tribunnews.com/2018/07/12).

Ilustrasi : www.pertamina.com
Ilustrasi : www.pertamina.com
Petunjuk penting penggunaan Elpiji:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2