Mohon tunggu...
sopian Be
sopian Be Mohon Tunggu... Guru - mari merangkul bukan memukul

Badai Pasti Berlalu

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Bekerja dan Makan, "Lupa Makan Karena Semangat Kerja"

18 September 2019   23:58 Diperbarui: 20 September 2019   21:09 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat ini setiap kita memang membutuhkan pekerjaan, mengapa ?? "ya, karena kita membutuh penghasilan untuk bertahan hidup, mencukupi kebutuhan kita". Semua harus menghasilkan sesuatu dari pekerjaan yang dilakukan yang akhirnya semua berujung kepada ekonomi, bekerja tidak harus memilih, yang penting pekerjaan itu halal untuk mencari rahmat-Nya.

Walaupun bekerja enak dengan duduk santai diruangan yang berAC serta ditemani iringan musik klasik, tapi pekerjaan itu bertentangan dengan ajaran agama kita, bukan mendekatkan kita pada-Nya tapi malah menjauhkan kita kepada-Nya, maka tinggalkan dan beralihlah dari pekerjaan itu.

Terkadang ada yang sudah mendapatkan pekerjaan, namun entah apala penyebabnya mereka malah banyak mengeluh dengan pekerjaan mereka saat ini, "pekerjaan yang aku lakukan tidak seimbang dengan hasil yang aku dapatkan" keluh mereka. "pekerjaan ku saat ini berat sekali" ada juga yang mengatakan "capek aku bekerja, pergi pagi pulang malam".

Hemmm,,,,,,,,,,,,,,,,  itulah sifat manusia, jika tidak mendapatkan pekerjaan mulai mengeluh mengatakan Tuhan tidak sayang lah, dan macam-macam lah menggerutu tidak menentu. Tapi disaat sudah mendapatkan pekerjaan, mereka tidak menggeluti dan menekuni pekerjaan itu. Padahal jika kita ingin berpikir jernih dengan wawasan yang luas, apapun pekerjaan itu selagi baik itulah rezeki kita yang harus kita syukuri.

Bekerjalah untuk duniamu seakan kau hidup selamanya, bekerjalah untuk akhirat mu seakan kau akan mati besok. Makna dari kalimat itu sangatlah tajam dan dalam bagi siapa yang memahaminya. Dengan bekerja kita akan menghasilkan sesuatu, baik itu uang, hasil pertanian, upah, gaji, semuanya itu rezeki yang sudah Allah sediakan untuk kita, dan untuk mendapatkannya itu kita harus raih dengan cara beriktiar dengan jalan yang halal.

Orang-orang yang bekerja saat ini jika ditanya "mengapa bekerja??" tentu jawabannya "untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk membiaya anak-anak yang bersekolah, untuk makan, semua untuk ekonomi bertahan hidup".

Bekerja dan makan???

Terkadang ada yang lagi bekerja penuh dengan semangat, tapi lengah dengan kesehatan diri sendiri. Pergi pagi pulang sore, bahkan pola makan tidak teratur menjadi penyebab penyakit datang untuk bersarang. Bekerja memang identik dengan makan, tapi disini bukan bekerja tidak makan ya wkwkwk......... tapi saking semangatnya untuk bekerja, lupa untuk makan seharian.

Pagi itu dengan rasa gembira dan senang untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk akibat banyak waktu untuk pekerjaan yang prinsip yang memang harus dikerjakan lebih dulu dibanding dengan yang lain, aktifitas seperti biasa, bangun subuh shalat berjama'ah. Setelah itu membersihkan tempat tidur dan menyapu kamar, ruang tamu, dan dapur yang memang rutinitas setiap harinya.

Kemudian bersiap-siap untuk berangkat bekerja di suatu tempat, seperti biasa pukul delapan pagi sudah berapa ditempat bekerja. Entah apa yang ada dalam pikiran pagi itu sebelum berngkat bekerja tidak sarapan telebih dahulu. Setelah sampai ditempat kerja, langsung masuk keruangan yang sederhana yang hanya dihiasi jejeran buku-buku yang menjadi tempat untuk membuang rasa lelah ketika bekerja.

Setelah pekerjaan yang satu selesai dikerjakan, lanjut ke pekerjaan yang berikutnya sampai suara adzan berkumandang yang berarti itu menunjukkan waktu zuhur telah tiba. Kemudian bangkit dari tempat bekerja dan bergegas menuju masjid yang tak jauh dari tempat bekerja itu untuk melaksanakan shalat zuhur. Kemudian setelah selesai, langsung kembali keruangan yang sederhana tadi untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun