Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Administrasi - Dapat menyelesaikan sebuah tulisan memberikan kepuasan tersendiri

Senang membaca semua berita dan informasi khususnya tema olahraga

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Gawat! Italia Merasa Dicurangi Pihak Penyelenggara Euro 2020

6 Juli 2021   11:53 Diperbarui: 6 Juli 2021   12:06 265 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gawat! Italia Merasa Dicurangi Pihak Penyelenggara Euro 2020
Laga semifinal antara Italia vs Spanyol di Stadion Wembley, diperkirakan akan sepi penonton  (Foto: Getty Images/Stuart Franklin)

Jelang laga semifinal, antara Italia melawan Spanyol, Pelatih Italia Roberto Mancini merasa pihaknya dirugikan oleh panitia penyelenggra Euro 2020 yang dalam hal ini berarti otoritas sepakbola Eropa, yaitu UEFA.

Mancini, memprotes keputusan UEFA karena merasa laga semifinal dan final akan merugikan tim Italia dan suporternya. Tim Italia tidak akan didukung oleh puluhan ribu suporter fanatiknya, karena adanya pembatasan suporter yang ditetapkan pemerintah Inggris. Mancini, merasa partai semifinal dan final akan sepi dari penonton khususnya dari Italia dan Spanyol. Tribun stadion tidak akan terisi penuh oleh suporter bagi kedua tim.

Setelah mendapatkan protes, dan menuai pro dan kontra soal pemilihan lokasi semua laga semifinal dan final di Stadion Wembley, London. UEFA, tetap memutuskan bahwa semua laga semifinal dan final Euro 2020 tetap dilaksanakan di stadion keramat Inggris tersebut.

Lonjakan kasus positif covid-19 di Inggris dalam beberapa hari terakhir, tidak merubah keputusan UEFA. Bahkan, usulan laga final dipindahkan ke Stadion lain, semisal Puskas Arena di Budapest Hungaria, tidak digubris oleh UEFA. Padahal selama gelaran Euro 2020, stadion tersebut paling berisik dan memiliki atmosfer paling gemuruh, karena dibukanya stadion untuk full 100 persen kapasitas stadion.

Yang dikhawatirkan oleh Mancini ada sebabnya, karena dengan pemilihan lokasi semifinal dan final di Stadion Wembley, fans kedua tim tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion. Adanya larangan dari pemerintah Inggris, demi mencegah membludaknya kasus covid-19 di Inggris. Setiap warga yang masuk ke Inggris harus melalui tahap karantina. Itu artinya fans yang nekad datang ke Inggris, malahan akan rugi karena tidak dapat menyaksikan laga semifinal dan final, akibat harus melalui tahap dikarantina terlebih dahulu.

Memang pihak panitia membuka full kehadiran sejumlah 60.000 suporter di dalam stadion, tetapi diperuntukkan bagi penonton yang sudah berada di Inggris. Artinya tim Italia dan Spanyol hanya berharap warganya yang sudah berada di Inggris untuk dapat menyaksikan dan mendukung mereka ketika bertanding di babak semifinal maupun final.

Kuota tiket yang diberikan panitia ke suporter Italia di babak semifinal hanya 125 tiket dan jika Italia lolos ke babak final hanya diberi kuota 1000 tiket. Jumlah ini tentu sangat sedikit, jika melihat kapasitas stadion Wembley yang mampu menampung 60 ribu penonton.

Presiden FIGC Gabriele Gravina seperti dilansir Daily Mail, menyatakan jika memungkinkan akan meminta kuota tiket tambahan untuk mengakomodir suporter Italia. Tapi memang dalam situasi pandemi covid-19 semuanya menjadi serba sulit. Italia tetap harus menghormati kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Inggris. Demi mengurangi resiko, membludaknya kasus covid-19 pasca laga semifinal dan final Euro 2020.

Hal yang sama juga pernah dirasakan oleh tim Inggris ketika Inggris bertanding melawan Ukraina, di babak perempatfinal Euro 2020. Bermain di Stadion Olimpico Roma Italia, suporter Inggris tidak bisa datang ke Italia karena perlakukan aturan yang sama dari pemerintah Italia.

Protes yang dilayangkan oleh Mancini sebenarnya sangat beralasan, karena dia merupakan mantan pemain yang pernah merasakan bermain dihadapan puluhan ribu suporter tentu rasanya berbeda ketika hanya bertanding di stadion yang sepi, karena tribun stadion tidak dipenuhi oleh suporternya.

Stadion Puskas Arena (Twiiter @selecaoportugal)
Stadion Puskas Arena (Twiiter @selecaoportugal)

Harusnya mungkin UEFA lebih bijak, dengan memilih tempat yang lebih netral dan yang paling bisa menerima kehadiran suporter tamu tanpa adanya aturan karantina bagi suporter yang baru datang ke negara tersebut, sebagai contoh bisa dipilih venue Stadion Puskas Arena, Hungaria. Dengan diberlakukan syarat, penonton yang hadir sudah di vaksinasi dinegaranya dan ketika mau masuk ke stadion memperlihatkan bukti sudah melakukan test Swab PCR.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN