Mohon tunggu...
Sony HeruPriyanto
Sony HeruPriyanto Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Meneliti dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Mewirausahakan Siswa SMK WISATA INDONESIA

28 Desember 2022   18:40 Diperbarui: 28 Desember 2022   19:37 509
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Meningkatkan Jumlah Pengusaha di Indonesia

Pemerintah Indonesia mendukung perkembangan wirausaha di Indonesia khususnya dengan meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia. Motivasi dari kebijakan ini adalah untuk menurunkan jumlah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil  untuk mengurangi kesenjangan ekonomi. Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia termasuk pemberian pinjaman lunak, pendidikan gratis, dan jaringan usaha.

Namun demikian, jumlah pengusaha di Indonesia masih rendah di bandingkan dengan jumlah pengusaha di beberapa negara tetangga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 129.137 unit usaha perdagangan menengah dan besar di Indonesia pada tahun 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih sebesar 3,47 persen atau hanya sekitar 9 juta orang dari total jumlah penduduk.   Kendati naik dari 2016 yakni 3,1 persen, Rasio wirausaha di bawah negara te‎tangga kita. Singapura 7 persen, Malaysia 6 persen, Thailand 5 persen.

Salah satu strategi untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia adalah dengan mengembangkan semangat kewirausahaan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).  Kebijakan ini menjadi salah satu pilihan yang tepat karena mayoritas pemilik usaha di Indonesia adalah lulusan SMA. Sekitar 39% pemilik usaha merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).   Jumlah lulusan siswa SMA Indonesia di perkirakan mencapai 3,5 juta siswa. Jika 20 persen dari lulusan SMA bisa dipersiapkan menjadi wirausaha, maka akan tercipta 700,000 pengusaha baru setiap tahunnya.

Strategi mengembangkan kewirausahaan di SMA perlu pendekatan yang berbeda dengan pengembangan kewirausahaan secara umum atau kepada mereka yang sudah memiliki usaha. Biasanya pemerintah memberikan bantuan pembiayaan dengan bunga ringan kepada para pengusaha yang sudah berjalan ini.  Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pinjaman dari Pusat Investasi Indonesia (PIP), pemerintah menawarkan pinjaman maksimal Rp.20 juta dengan bunga ringan dan tanpa agunan. Program ini tidak sesuai untuk di terapkan di SMA terlebih program ini juga kurang berhasil untuk menciptakan pengusaha baru di Indonesia. Berdasarkan data PIP, anak muda yang meminjam untuk ultramikro hanya 14,55 persen. Penyaluran kredit dari kantong APBN kepada generasi muda berumur 17-29 tahun, realisasinya masih jauh panggang dari api.

Pengembangan kewirausahaan di SMA harus lebih di fokuskan kepada memupuk semangat kewirausahaan dan bantuan modal dan peralaatan untuk melaksanakan usaha mikro pada saat mereka bersekolah. Semangat kewirausahaan dan bantuan modal serta peralatan ini akan mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru dari lulusan SMA. Semangat kewirausahaan di pupuk melalui pelatihan dan praktek lapangan yang di bombing oleh ahli-ahli pendidikan kewirausahaan yang kompeten pada bidangnya masih-masing. Pada awalnya, diperlukan keahlian untuk membuat Universitas Agung Podomoro mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan kewirausahaan di SMK Wisata Indonesia.  

Untuk mencapai peningkatan dalam hal kewirausahaan, perlu dilakukan berbagai upaya yang melibatkan berbagai pihak. Upaya tersebut diantaranya adalah dengan meningkatkan jumlah atau kuantitas wirausaha di Indonesia. Selain kuantitas yang banyak, wirausaha tersebut perlu didukung dengan kualitas yang memadai. Sedangkan salah satu pihak yang semestinya turut bertanggung jawab mengenai hal ini adalah institusi pendidikan, termasuk di dalamnya Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Universitas Agung Podomoro didirikan dengan salah satu visinya adalah meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat.  Tidak hanya di universitas, untuk meningkatkan jumlah wisausaha, pendidikan kewirausahaan sudah harus dimulai sejak masuk SMA

Peran Universitas Agung Podomoro

Podomoro University atau Universitas Agung Podomoro adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Agung Podomoro pada tahun 2014. Yayasan Pendidikan Agung Podomoro termasuk bagian dari Agung Podomoro Group. Pendirian Universitas Agung Podomoro merupakan hasil kerja sama antara Agung Podomoro Group dengan Babson Global Inc., Amerika Serikat. Kampus Podomoro University berada di Central Park Mall, Podomoro City, Jakarta.

Podomoro University menerapkan kurikulum berbasis Kewirausahaan. Pendekatan dan metode belajar yang diterapkan adalah pembelajaran berbasis pengalaman. Untuk tujuan pencapaian kurikulum, Podomoro University sejak awal berdiri berkolaborasi dengan Babson College. Dari laman EduRank, Babson College berada pada urutan 6 sebagai perguruan tinggi kewirausahaan terbaik di dunia.

Para peneliti di Universitas Agung Podomoro telah dan berhasil mengembangkan model pembelajaran kewirausahaan yaitu metode Project Based Entrepreneurial Learning Model (PBELM) yang menekankan pada peningkatan motivasi dan kognisi kewirausahaan, peningkatan kemampuan melihat peluang, pengembangan ide dan merakit sumberdaya dengan metode pembelajaran mencoba langsung dan mentoring.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun