Mohon tunggu...
Siti Nur Hafidzah
Siti Nur Hafidzah Mohon Tunggu... Si wanita biasa yang kecanduan sastra dan berusaha membuat karya

Jangan hadir tanpa memberi suara dan jangan pamit tanpa meninggalkan pesan.

Selanjutnya

Tutup

Film

Rombongan Nonton Film NKCTHI di Bioskop

15 Januari 2020   11:27 Diperbarui: 15 Januari 2020   11:39 14 0 0 Mohon Tunggu...
Rombongan Nonton Film NKCTHI di Bioskop
Dokumen Pribadi

'Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini'

Senangnya bisa meluangkan waktu datang ke Bioskop bersama orang-orang tersayang.

Tidak ada rasa sia-sia dan waktu terbuang karena semua terlihat bahagia dan menikmati film NKCTHI yang super keren banget. Ada beberapa yang membuat aku terkesan dan tersentuh dari film ini.....

Dari ibu Ajeng aku belajar: bahwa 'marah' jangan sampai mengendalikan kita dan jadi satu-satunya alasan untuk kita bertindak.

Dari Bapak Narendra aku belajar: bahwa di dalam keluarga harus ada yang saling memberi dan menerima. Dan tidak mudah Menjadi peran dan memiliki predikat 'Ayah' di dalam keluarga, karena peran Ayah yang paling sering di salah artikan dalam keluarga terlebih untuk anak-anaknya. 

Didikannya di film nkcthi ini beneran nyentuh hati dan pikiran saya. Meskipun terkesan tegas dan rasa khawatir nya seorang Ayah yg terlihat berlebihan dan selalu menekankan kredibilitas mas Angkasa sebagai kakak. Tp itu demi Mas Angkasa supaya ga lalai urusin adik nya karena suatu saat tanggung jawab adik-adiknya ada di tangan dia sepenuhnya.

Dari mas angkasa aku belajar: bahwa  kebahagiaan itu akan bisa kita rasain kalo kita bisa tau dulu gimana itu sedih. Air mata ku tak tertahankan lagi karena ngerti banget rasanya di bentak2 papa kalo lalai jaga adik, adik salah atau benar tetep kaka ( Anak pertama ) yg salah hehee. 

Tapi sumpah bukan sm sekali beban untuk aku. Daaan permasalahan yg datang bertubi-tubi tugas kita ya bertahan.. meskipun meluap juga pada saatnya. Tetep Salut sama mas Angkasa, di film ini dia beneran double+++ job bangetttt menduduki peran Anak+kaka+pasangan yg luar biasa menurut aku Meskipun pernah  berselisih paham, tapi mengingatkan untuk saling kompromi, bukan lari..

Dari aurora aku belajar: bahwa dalam 1 keluarga, semuanya itu ya harus saling menyuarakan apapun yang di rasakan. Bukan hanya diam, merasa sendirian tidak di sayangi yang sebenarnya itu hanya kesalah pahaman saja bukan kadar menyayangi yang berbeda tapi sudut pandangan kita nya yang tidak sesuai dengan realita sebuah rasa dan tindakan di dalamnya.

Dari kale aku belajar: bahwa menjadi egois itu terkadang perlu juga ya. Bukan maksud untuk menyakiti orang lain dengan mudahnya, tapi memang kadang berusaha menciptakan kebahagiaan untuk orglain itu sering disalah artikan. Terlebih lagi kita jg gabisa nuntut dengan cepat rasa nyaman di peruntukkan dengan hubungan yg lebih spesial karena kadang nyaman itu bisa jadi jebakan. Ga semua yang kita harapkan itu bisa kita raih semaunya tanpa mau tau gimana dampaknya untuk org lain.. ga semua ada jawabannya sekarang. " sabar, satu persatu " inget bahwa " bahagia itu tanggung jawab masing-masing".

Dari Awan aku belajar: bahwa menjadi anak bontot itu bukan satu-satunya alasan kalo kita harus ketergantungan terus sama orang lain dan bukan berarti kita tidak punya pilihan. Kita berhak mengendalikan arah kita sendiri tapi berunding bareng-bareng untuk keputusan dalam hidup itu juga perlu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x