Syaiful Mansyur
Syaiful Mansyur Swasta

Bagi otak manusia Jawaban apa pun lebih baik, daripada tidak ada jawaban..

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Rayuan Pulau Kelapa: Produk Turunannya Menjadi Bisnis Menggiurkan

12 Januari 2018   05:33 Diperbarui: 12 Januari 2018   05:44 911 0 0
Rayuan Pulau Kelapa: Produk Turunannya Menjadi Bisnis Menggiurkan
Coconut Island

"Kelapa memiliki sepuluh manfaat berbeda. Buah kelapa muda airnya sangat manis dan baik untuk diminum. Air minuman itu bisa dibuat anggur dengan cara difermentasi. Buah kelapa tua memiliki daging yang dapat mengeluarkan minyak dan menghasilkan gula, juga dapat dibuat berbagai jenis makanan. Dari serabut luar yang melapisinya bisa dibua tali utnuk pembuatan kapal. Batok kelapanya dapat dibuat mangkuk dan cangkir; bahkan batok kelapa ini bagus sebagai bahan bakar untuk menatah emas atau perak. 

Batang pohonnya sangat baik untuk membangun rumah, dan daunnya baik dipakai sebagai atap", pernyataan ini dibuat oleh Ma Huan salah satu Kasim pada masa Dinasti Ming yang menjadi Nahkoda salah satu kapal Kaisar Zhu Di yang berlayar menjelajahi dunia. Pernyataan ini dikutip dari buku "1421-Saat China Menemukan Dunia-Gavin Menzies".

Indonesia berada pada wilayah sebelah barat Laut Pasifik, menurut buku Gavin Menzies kelapa berasal dari Pasifik Selatan yang secara natural dibawa oleh arus laut ke wilayah Indonesia, dan karena belum ada bukti yang signifikan menyatakan bahwa pohon kelapa yang tumbuh di wilayah Indonesia berasal dari China maupun India maka pernyataan ini bukan menjadi suatu masalah. Berbicara mengenai kelapa, banyak daerah di Indonesia memiliki perkebunan kelapa alami, terutama yang berdekatan dengan pesisir pantai, selain itu ada juga jenis perkebunan kelapa hibrida.

Kelapa merupakan salah satu komoditas pertanian andalan bangsa ini, nilai ekspor yang mencapai 1.123.392 Ton atau setara dengan 843.165 USD pada tahun 2016 atau menyumbang sekitar 0,003% dari total ekspor perkebunan Indonesia yang bernilai 23,933 milyar USD. Bahkan dari data statistik ini, pemerintah atau swasta masih melakukan ekspor terhadap kelapa sekitar 4.226 Ton yang bernilai 4.376 USD. 

Produk kelapa yang diekspor keluar negeri adalah bungkil kopra dan minyak kelapa (statistik perkebunan kelapa 2015-2017), yang tidak dicatat oleh statistik adalah nilai ekspor briket arang dari batok kelapa yang juga diminati oleh negara-negara Timur Tengah dan sebagian Eropa. Memang tidak mudah untuk memproses atau membuat briket arang batok kelapa, karena ada beberapa tahapan proses yang cukup kompleks, namun karena harga briket arang batok kelapa yang tinggi di pasar ekspor (sampai tulisan ini diturunkan, harga briket arang premium berkisar antara 1 - 1,3 USD pack/kg) sehingga banyak perusahaan yang mengembangkan atau menambah jumlah usaha nya dengan memproduksi briket arang maupun perusahaan-perusahaan baru yang muncul secara khusus untuk membuat pabrik briket arang batok kelapa. 

Untuk membuat briket arang batok kelapa 1 kg, membutuhkan 4 kg batok kelapa mentah. Sehingga jika produksi kopra Indonesia pada tahun 2016 sebesar 2.858.924 Ton, dan di estimasikan bahwa per kg kopra menghasilkan sekitar 30% batok kelapa, maka ada sekitar 857.677 Ton batok kelapa yang diperoleh, sehingga jika batok kelapa tersebut diproses menjadi briket arang, maka akan diperoleh nilai estimasi 214.419 Ton briket arang, atau senilai 278.745 USD. Nilai ini akan menambah nilai ekspor pemerintah terhadap produk turunan kelapa sebesar 30%.

Lalu bagaimana dengan produk turunan kelapa yang lain seperti misalnya air kelapa, kulit luar dan sabut kelapa, ada yang berminat jadi pengusaha produk turunan kelapa?

syaiful Mansyur

Founder charcoalcenter.org