Mohon tunggu...
Sitinadhir Ollin
Sitinadhir Ollin Mohon Tunggu... Lainnya - Ollin unisa

Menuntut ilmu tidak hanya d dapatkan dari bangku sekolah. Menuntut ilmu itu setiap situasi dan kondisi. Hasilnya ilmu. Prosesnya dari pengalaman.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Manfaat Koreksi Postur Pada Siswa Sekolah Menengah Atas

22 Oktober 2022   12:42 Diperbarui: 22 Oktober 2022   12:50 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Aktivitas merupakan kegiatan sehari hari yang dilakukan seseorang dalam menjalankan kehidupannya. Aktivitas yang dilakukan seseorang dalam menjalankan kehidupannya sangat banyak seperti bekerja, sekolah, bermain dan, berolahraga itu semua dilakukan sese-orang setiap harinya. Saat bekerja maupun sekolah seseorang sering menggunakan komputer atau laptop untuk memudahkan menyelesaikan pekerjaan. Penggunaan laptop atau komputer pada kegiatan sehari-hari dengan waktu yang lama sangat memiliki dampak yang sangat kurang baik bagi kesehatan, seperti terjadinya kelelahan mata bahkan seseorang akan merasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada daerah leher sampai bahu. Hal ini terjadi karena penggunaan postur yang buruk saat seseorang bekerja di depan sebuah komputer dimana posisi layar komputer lebih rendah dari keyboard yang mengharuskan posisi kepala terus menunduk. Selama penggunaan komputer 10% individu melakukan forward head position dibandingkan ketika mereka duduk santai. Bagi orang-orang yang mengabiskan banyak waktu untuk menggunakan komputer terjadi gangguan muskuloskeletal daerah leher, yang sering disebut nyeri leher (Kanwalpreet Kaur et al, 2013).

Nyeri yang dirasakan seseorang yang mengalami syndroma nyeri leher adalah nyeri tertusuk-tusuk, berdenyut, pegal dan pusing. Salah satu kondisi yang sering menimbulkan rasa nyeri pada daerah leher dan bahu, yaitu sindroma miofasial (Nyeri Otot). Sindroma miofasial adalah istilah deskriptif yang digunakan untuk mendefinisikan suatu kondisi nyeri muskuloskeletal jaringan lunak atau kronis. Hal ini ditandai dengan sensorik, motorik, dan otonom temuan terkait dengan memicu terjadinya myofascial trigger point (MTrPs), Sindroma miofasial ditandai dengan adanya spasme, tenderness (Kelemahan Otot),  stiffness (Kaku otot yang lama), keterbatasan gerak di sekitar bahu dan lever, kelemahan otot maupun disfungsi gerakan bahu dan leher.

Sejumlah sekolah baik swasta maupaun negeri  mengeluarkan kebijakan untuk melakukan proses belajar di rumah dengan menggunakan berbagai metode pembelejaran menggunakan aplikasi on line seperti zoom, google meet dll. Jam pelajaran selama pembelajaran on line tetap sama hanya saja setiap pertemuan di hitung 45 menit, berbeda dengan tatap muka dengan 60 menit setiap pertemuan. Rata – rata setiap siswa membutuhhkan waktu untuk proses pembelajaran sekitar 5 jam sehari , dengan siswa fokus pada media pembelajaran on line dengan gerakan yang hanya duduk, mendengarkan dari laptop atau HP. Selama belajar on line bukan menjadi alasan bahwa tidak melakukan aktifitas apapun. Waktu yang padat sering kali siswa enggan melakukan aktifitas dan waktu istirahat sering di gunakan untuk bermain HP atau menonton TV. Aktifitas seperti ini jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama tubuh akan mengalami penurun fungsi baik fungsi motorik dan Berat Badan. Dari Aktivitas Tersebut siswa siswi di SMA Negeri Bantul 80% mengalami Kemiringan Postur 3 -5 derajat yang akan berdampak pada masalah serius yaitu gangguan Muskuloskeletal seperti Skoliosis. Di sini di butuhkan kesadaran bagi siswa mengetahui dampak yang terjadi akibat dari kebiasaan postur yang tidak ergonomis. 

Dari permasalahan yang dialami siswa dari semi Fisioterapi melakukan edukasi dari mulai upaya preventif dan Rehabilitatif. Upaya preventif berupa mengurangi beban tas yang dibawa setiap hari, memakai handphone  dalam batas waktu tertentu misalnya setiap 2 jam istirahat dan dalam posisi tubuh tegak dinamis tidak terlalu dekat melihat hp supaya otot leher tidak spasme (Tegang).  Upaya Rehabilitatif berupa penggunaan alat elektrical physical agent sesuai dosis dan assesment ditambhkan stretching Untuk mengembalikan ROM (Range Of Motion)/ Linkup gear Sendi sesuai dengan Biomekanik Leher. 

Koreksi postur sangat penting untuk Anak-anak dalam usia pertumbuhan, Karena apabila terdapat postur yang tidak ergonomis, tidak sesuai dengan Biomekanika tubuh maka selain gangguan muskuloskeletal akan terdapat gangguan keseimbangan tubuh menyebabkan risiko jatuh tinggi. Upaya dari hal masalah-masalah diatas dengan korensi postur sedini mungkin dan tindakan yang tepat sesuai kasus.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun