Mohon tunggu...
Siti Asiyah
Siti Asiyah Mohon Tunggu... Seniman - Pendiri https://www.pesanggrahan.de/

Pendiri "Pesangrahan Indonesia e.V https://www.pesanggrahan.de/ Pendiri Bonnindo Band 2016, Siti And Band 2017 https://www.facebook.com/siti.musik/ Pencetus Interkultureller Musik Projekt di Bonn sejak 2017 Pendiri Global Heroes Band 2019 Manager Matahari Band 2021 Penyanyi / Pencipta lagu 2021

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Kotekatalk 164 "Malang Nggak Cuma Apel"

23 Februari 2024   07:35 Diperbarui: 23 Februari 2024   07:54 50
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

#kotekatalk164

Zoom Kotekatal yang ke 164 Aku absen, saat itu aku ada acara yang tidak bisa di hindari. Tapi ada kita atau tidak ada Kotekatalk jalan terus tak kenal lelah dan henti, semangat Koteka terus membara untuk mempromosikan Indonesia dari sudut satu kesudut lainnya, dari ujung kulon ke ujung wetan dari sabang sampai merauke. Hingga minggu ini Kotekatalk mengajak kita jalan-jalan di Malang.

  Seperti biasa mbak #ganastegmann sebagai moderator zoom kali ini, tgl 10 Pebuari, dia mengajak kita jalan-jalan di Malang dengan narasumber Mbak Masruroh Azizah yang tinggal di Malang, sebagai dosen di ITN Malang. Temanya kok Malang ngak cuma Apel, bukannya malah kebalikan, setahu aku kota malang adalah kota no dua yang terbesar di jawa timur setelah Surabaya. Kota yang sangat enarik sekali, asri dan cantik. Apa hubungannya dengan Apel. Emang banyak Apelkah disana atau kenapa malang tidak cuma Apel. Mungkin bagi orang yang tinggal di Indonesia, Malang terkenal dengan Apelnya, tapi bagi aku yang sudah lama tinggal di luar negri, Malang adalah kota yang cantik dan menarik. Na disini aku jadi ingin tahu ? apa sejak aku tinggalkan Indonesia Apel banyak di tanam di Malang? mmm aku jadi penasaran juga.

Aku lihat ada tulisan Selaat datang ke wisata petik Apel, kok seperti sudah di Europa saja ini modelnya, apa lagi aku lihat gambar-gambar kebun Apel di Malang emang sudah seperti di Europa rasanya. Ada Apel merah, hijau dan merah ke hijau-hijauan. 

Dengan adanya ini berarti di Indonesia kalau mau makan Apel sudah tidak harus beli dari Luar negri. Wow banget ini. 

Ternyata Kebun Apel yang ada di Malang sudah sejak  tahun 1930, ceritanya bahwa Belanda membawa sejumlah bibit #buahapel untuk di budidayakan di Malang  Raya sudah pada tahun 1930 an dan bukan akhir-akhir ini saja. Tapi saat itu tidak semua bibit Apel tumbuh dengan baik. Ternyata banyak sekali variasi Apel disana seperti di Europa yaitu Apel Mana lagi, Anna, Wangling, Green Smith, Princess Nobie dan Room Beauty. Duh ternyata banyak sekali macamnya. 

Na kalau ngak ada Zoom ini aku ngak tahu, kalau kota Malang itu berwarna, emang kotanya setahu aku nyaman dan cantik, hijau dan asri, dulu aku pernah kesana di saat aku masih muda sekali, jadi sudah ada 30 tahun lebih. Kalau aku amati dan baca bagaimana kota Malang saat ini, perkembangan nya sangat pesat sekali. aku harus kesana lagi nih. 

Selain kota Malang yang cantik, Malang juga kota pendidikan, Kota ini memiliki berbagai perguruan tinggi terbaik seperti Universitas Brawijaya, Universitas Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim, Politechnik Negri. Kota Malang alamnya Indah,  Kota Pariwisata yang terkenal juga banyak Bunga, juga terkenal sebagai kota seni. 

Sangat di sayangkan aku tidak bisa mengikuti Zoom langsung dari Mbak Masrurotul Azizah, jadi terasa rugi kalau sekali tidak mengikuti Zoom, karena kita tidak bisa langsung mendengarkan pembicara nya langsung yang orangnya langsung berada di Malang dan tinggal di Malang. Kita bisa bertanya langsung, kita bisa mendengarkan sisi dalamnya Kota Tersebut langsung dari orang yang memang tinggal disana. Kerugian ini tidak bisa di ulangi kembali, atau ya rugi deh, sangat rugi sekali. 

Ini aku rasakan betapa malang nasib aku yang saat itu ngak bisa datang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun