Mohon tunggu...
Prakasita Nindyaswari
Prakasita Nindyaswari Mohon Tunggu... Administrasi - Gula Jawa

Love coffee and cheesy jokes. Passionate in arts and cultures. International Relations graduate, but currently into Law.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Investasi pada Seni Budaya dan Dampaknya pada Ekonomi

15 Desember 2018   14:11 Diperbarui: 15 Desember 2018   20:05 4173
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Akhirnya saya kembali tergelitik untuk menulis mengenai seni budaya setelah sekian lama saya hanya menjadi pengamat dalam sunyi. Haha.

Semenjak sibuk sendiri di dunia perkantoran, agak sulit menemukan mood untuk menulis panjang kali lebar dan dengan topik yang sedikit berbobot.

Pagi ini, saya membaca artikel menarik di website Koalisi Seni Indonesia mengenai Seni Budaya Sebagai Instrumen Investasi. Sebenarnya topik serupa pernah muncul di kepala, namun tidak pernah saya tuangkan dalam tulisan.

Jadi, saya ingin berterimakasih banyak kepada Koalisi Seni Indonesia yang malah membuat buku mengenai hal ini sehingga mewakili apa yang menjadi pemikiran saya beberapa tahun yang lalu.

Hm, tampaknya ada baiknya saya sedikit menceritakan dahulu apa sih Koalisi Seni Indonesia sebagai intermezzo, hahaha. Koalisi Seni Indonesia adalah organisasi berbadan hukum yang dibentuk oleh sejumlah pelaku dan komunitas seni di Indonesia didasari oleh kebutuhan akan kehadiran organsisasi payung untuk menaungi mereka. 

Misi utamanya adalah melakukan advokasi kebijakan publik dalam bidang kesenian dan membangun kesadaran serta dukungan publik atas kepentingan kesenian. Disclaimer: Saya bukan anggota Koalisi Seni Indonesia, namun saya hanya pengikut di sosial medianya saja. 

Saya sendiri menemukan organisasi ini ketika saya sempat berniat untuk menulis tesis S2 saya mengenai hukum dalam bidang seni budaya. Demikian intermezzo-nya, kembali ke topik.

Sebagai pelaku seni (Penari yang merangkap Mbak-mbak kantoran), saya agak terganggu ketika sampai saat ini masih banyak orang yang berpikir bahwa seni budaya hanyalah sebagai 'penghias' sebuah acara seperti misalnya sebagai pembuka acara dan peneman acara makan siang atau makan malam. Itupun terkadang banyak yang tidak benar-benar menonton alias sibuk sendiri (loh, kok jadi curhat haha).

Masih banyak yang belum sadar bahwa jika kita benar-benar serius mengembangkan seni budaya, ada banyak potensi yang turut bisa dikembangkan dalam masyarakat.

Contoh yang akan paling mudah untuk dicerna adalah Bali. Bali bisa seterkenal sekarang tidak lain tidak bukan karena Bali bisa dikatakan sudah matang dalam hal pengembangan seni budayanya. 

Masyarakatnya tidak hanya mampu menjaga dan melestarikan seni tradisinya, namun mereka sudah mampu memanfaatkannya untuk menggerakkan dan menggairahkan perekenomian daerahnya tanpa mengurangi esensi dari seni itu sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun