Mohon tunggu...
Siska Fajarrany
Siska Fajarrany Mohon Tunggu... Penulis - Lecturer, Writer

Suka menulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jelajah Benteng Peninggalan Belanda di Tahura Gunung Palasari

3 Desember 2023   13:00 Diperbarui: 3 Desember 2023   13:04 270
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Benteng peninggalan Belanda di Tahura Gunung Palasari. (Sumber: inimahsumedang.com)

Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah yang menyimpan catatan sejarah terkait kolonial  Belanda. Peninggalan Belanda ternyata dapat kita temukan cukup banyak di sini. Bahkan, bangunan peninggalan Belanda di Kabupaten Sumedang dalam keadaan berdiri kokoh.

Peninggalan Belanda yang paling terkenal di Kabupaten Sumedang adalah benteng yang terletak di Tahura Gunung Kunci. Penulis yakin bahwa, seluruh warga Sumedang, baik di kota maupun di daerah sekalipun, pasti mengetahui keberadaan benteng peninggalan Belanda ini.

Ternyata, selain benteng yang ada di Tahura Gunung Kunci, masih ada lagi benteng peninggalan Belanda di Kabupaten Sumedang. Secara letak geografis, sebenarnya tidak terlalu jauh dan masih tergolong di pusat kota. Hanya saja, benteng yang ada di Tahura Gunung Kunci lebih mudah dilintasi akses angkutan umum. Sedangkan benteng peninggalan Belanda lainnya di Kabupaten Sumedang, cukup jauh dari jalan utama.

Situs Tahura Gunung Palasari. (Sumber: inisumedang.com)
Situs Tahura Gunung Palasari. (Sumber: inisumedang.com)

Tahura yang berlokasi di Gunung Palasari, tepatnya di Kecamatan Sumedang Selatan, memiliki benteng peninggalan Belanda. Sekilas, benteng yang ada di Gunung Palasari dengan benteng yang ada di Gunung Kunci, nampak sama. Namun sebenarnya, pengunjung dapat lebih mudah menjelajahi lebih detail benteng di Gunung Palasari. Karena untuk benteng di Gunung Kunci, di desain melingkar dengan 3 lantai sehingga cukup sulit untuk mengelilinginya.

Sama halnya dengan Gunung Kunci, Gunung Palasari pun sudah ditetapkan sebagai taman hutan raya (tahura). Kawasan ini memiliki luas sekitar 31,22 hektare. Menariknya, selain dapat melihat peninggalan Belanda, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai flora. Terdapat sekitar 205 jenis flora. Mulai dari akasia, eboni, jati, pinus, dan masih banyak lagi.

Aksi menanam pohon di Tahura Gunung Palasari (15/11/2023). (Sumber: tribratanews.jabar.polri.go.id)
Aksi menanam pohon di Tahura Gunung Palasari (15/11/2023). (Sumber: tribratanews.jabar.polri.go.id)

Aksi menanam pohon di area Tahura Gunung Palasari sering diadakan. Salah satunya pada tanggal 15 November 2023 yang lalu, penanaman bibit pohon dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus S.I.K., M.Si., M.M. Penanaman ini melibatkan Polda Jabar maupun Polres Sumedang. Tentunya tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya ikut dilibatkan.

Sebanyak 400 bibit pohon ditanam di area Tahura Gunung Palasari. Adapun jenis bibit pohon yang ditanam mencakup, alpukat, petai, jambu kristal, duren MK, jambu bol harman/jamaika, rambutan dan mangga.

Dikutip dalam detikjabar.com, benteng yang terdapat di area Tahura Gunung Palasari telah ada sejak tahun 1906. Ini membuktikan bahwa benteng di Gunung Palasari lebih tua dibandingkan benteng yang ada di Gunung Kunci.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun